ASPOST.ID — Ulama kharismatik Aceh, Tgk. H. Muzakkir Abdullah yang akrab disapa Waled Lapang, melakukan prosesi peusijuek terhadap Keuchik Gampong Hagu Selatan, Faisal Samudra, di Masjid Darussalam, gampong setempat, Selasa (13/10/2026) siang.
Prosesi adat dan keagamaan tersebut menjadi bagian dari momentum penyambutan kepemimpinan baru di Gampong Hagu Selatan. Tradisi peusijuek dalam masyarakat Aceh mengandung makna doa, harapan, serta permohonan keberkahan agar seseorang yang menjalankan amanah memperoleh kemudahan dan keselamatan.
Waled Lapang merupakan ulama asal Aceh Utara yang memimpin Dayah Darul Muttaqin di Gampong Matang Tunong, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Kehadirannya dalam prosesi tersebut turut memberi nuansa religius dan kearifan lokal dalam perjalanan pemerintahan gampong.
Faisal Samudra sebelumnya dilantik bersama 47 keuchik lainnya oleh Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., di Gedung Harun Convention Hall, Lhokseumawe, pada Kamis (8/10/2026).
Pelantikan tersebut menandai dimulainya tanggung jawab para keuchik terpilih dalam memimpin pemerintahan gampong, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta mendorong pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Sejumlah unsur masyarakat menghadiri prosesi peusijuek tersebut, di antaranya, aparatur gampong, Tuha Peut, para kepala dusun, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Turut hadir mantan Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib, yang selama ini bermukim di Gampong Hagu Selatan.
Momentum ini tidak hanya merefleksikan penghormatan terhadap tradisi dan nilai-nilai keislaman masyarakat Aceh, namun juga menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga.
Di tengah harapan warga terhadap pemerintahan gampong yang lebih baik, tantangan sesungguhnya bagi keuchik terpilih adalah menerjemahkan dukungan moral dan doa tersebut ke dalam kerja nyata, pelayanan yang adil, keterbukaan, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat. (asp)


