ASPOST.ID- Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH.,MH, menjumpai mantan Pj Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Drs. Imran, M.Si.,MA.,Cd, yang kini menjabat sebagai Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP).
Pertemuan itu berlangsung akrab antara dua putra terbaik Aceh di kantor KemenPKP, pada Kamis (12/6). Wali Kota Sayuti membahas sejumlah isu strategis terkait pengembangan sektor perumahan di Lhokseumawe. Fokus utama adalah ketersediaan hunian layak dan terjangkau, terutama bagi kelompok masyarakat dengan daya beli rendah.
“Kami berharap adanya dukungan konkret dari pemerintah pusat, baik dalam bentuk pendanaan, fasilitas, maupun program nasional yang bisa diterapkan di Lhokseumawe,” ucap Wali Kota Sayuti dalam pernyataannya.
Menurut Sayuti, penyediaan perumahan bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi menyangkut peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa kota yang sehat dan produktif harus dibangun dari lingkungan tempat tinggal yang layak dan manusiawi.
Menanggapi hal itu, Dirjen Perumahan Perdesaan, Dr. Imran, menyampaikan komitmen untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia menyebut sektor perumahan sebagai salah satu pilar penting pembangunan daerah yang harus mendapat perhatian khusus.
“Pemerintah pusat siap mendukung langkah-langkah percepatan yang dilakukan daerah, apalagi jika diarahkan pada kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah,”ungkap Imran.
Dr. Imran sendiri bukan sosok asing bagi Lhokseumawe. Ia merupakan putra daerah kelahiran Cunda dan pernah menjabat sebagai Penjabat (Pj) Wali Kota Lhokseumawe, yang dilantik pada Kamis 15 Juli 2022. Sebelummya, ia adalah Sekretaris Ditjen Politik & PUM Kemendagri.
Dengan latar belakang tersebut, ia memiliki pemahaman yang mendalam terhadap karakter dan kebutuhan Kota Lhokseumawe.
“Sebagai bagian dari Lhokseumawe, saya merasa punya tanggung jawab moral untuk ikut mendorong kemajuan kota ini, terutama di sektor-sektor yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” imbuhnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret, termasuk penyusunan rencana teknis pembangunan hunian bersubsidi, program bantuan stimulan, serta integrasi kawasan permukiman dengan infrastruktur pendukung lainnya.
Pemerintah Kota Lhokseumawe dan KemenPKP sepakat untuk terus menjaga komunikasi intensif dalam merancang skema program perumahan yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat. (asp)

