ASPOST.ID- Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe resmi meluncurkan Aplikasi Portal Informasi Terpadu (PINTU), sebagai langkah strategis mempercepat transformasi digital dan mendorong keterbukaan informasi publik. Acara peluncuran berlangsung di Aula Kantor Wali Kota Lhokseumawe, Rabu (20/08/2025), dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, instansi vertikal, serta mitra digital.
Peluncuran ini menjadi sorotan mengingat kondisi sejumlah website dinas di Lhokseumawe yang selama ini diketahui tidak aktif. Dari 34 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hanya 13 yang memiliki portal informasi yang berjalan optimal, sementara sisanya sebanyak 21 OPD dinyatakan vakum atau tidak berfungsi.
“Ini adalah tantangan nyata dalam era digital. Karena itu, kami hadirkan PINTU sebagai solusi yang menyatukan berbagai informasi dan layanan publik dalam satu platform terintegrasi,”tegas Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH., dalam sambutannya.
Inovasi Digital untuk Pemerintahan Terbuka
Aplikasi PINTU dirancang dengan konsep “satu pintu informasi” yang memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan dan data publik secara cepat, transparan, dan akuntabel. Ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota terhadap keterbukaan informasi, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
Sayuti menegaskan, pengembangan PINTU juga merupakan implementasi konkret dari kebijakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018.
“Mulai dari data layanan publik, agenda pemerintahan, hingga informasi proyek pembangunan daerah kini terintegrasi dalam satu aplikasi. Ini akan memperkuat posisi Lhokseumawe sebagai kota yang terbuka dan siap menjadi bagian dari ekosistem smart city nasional,” lanjut Sayuti, yang merupakan alumnus program doktoral Universitas Trisakti.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Peluncuran simbolis dilakukan oleh Wali Kota bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian, Taufik, S.Sos., MSP., dan disaksikan oleh perwakilan sejumlah OPD, BPS, LPP RRI, PLN Icon Plus, serta PT Telkom Indonesia area Lhokseumawe.
Pemko Lhokseumawe berharap PINTU tidak hanya menjadi sumber informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi yang sehat antara pemerintah dan masyarakat. Untuk itu, keterlibatan lintas sektor akademisi, BUMN/BUMD, media, dan komunitas digital dianggap penting dalam membangun ekosistem layanan publik yang responsif dan berkelanjutan.
“Kami menargetkan PINTU sebagai fondasi Lhokseumawe menuju Smart & Livable City kota cerdas yang nyaman ditinggali. Aplikasi ini bukan hanya alat, tapi bagian dari visi jangka panjang untuk menghadirkan layanan publik yang inklusif dan adaptif,” tutup Wali Kota. (asp)
