ASPOST.ID- Sejumlah alat berat bantuan TNI Angkatan Darat (AD) segera dioperasikan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir di Aceh. Bantuan tersebut terdiri atas Excavator PC 200, Excavator Long Arm, Bulldozer, Dump Truck, serta mobil penjernih air.
Alat berat tersebut diangkut menggunakan Kapal Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI) LIII dan tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, pada malam hari. Kedatangannya disambut langsung oleh Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.
Pangdam didampingi Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran, Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arh Jamal Dani Arifin, serta sejumlah pejabat Kodam Iskandar Muda, melakukan pengecekan kondisi alat berat sebelum digunakan di lapangan.
Mayjen TNI Joko Hadi Susilo mengatakan, alat berat tersebut akan digunakan oleh prajurit TNI untuk membersihkan material dan lumpur sisa banjir yang mengendap di permukiman warga, fasilitas umum, bangunan, serta badan jalan pasca bencana.
“Alat berat ini akan disebar ke empat daerah terdampak bencana, yakni Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang,” ujar Pangdam.
Ia menegaskan, pengiriman bantuan alat berat dari TNI AD dilakukan secepat mungkin sebagai bentuk komitmen TNI dalam mendukung percepatan penanggulangan dan pemulihan pascabencana.
“Diharapkan dengan adanya dukungan alat berat ini, proses perbaikan infrastruktur serta pemulihan wilayah terdampak dapat berlangsung lebih cepat,” imbuhnya.
Selain fokus pada pembersihan material banjir, Pangdam menyampaikan bahwa kehadiran TNI juga bertujuan untuk menguatkan kembali harapan masyarakat agar aktivitas sosial dan ekonomi di Aceh segera pulih, terutama di wilayah terdampak dan daerah yang sempat terisolasi.
Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga mengungkapkan progres pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan penghubung di daerah terdampak. Hingga saat ini, sebanyak 15 jembatan telah selesai dibangun, sementara delapan titik jembatan penghubung antarprovinsi dan antarkabupaten masih terus dikebut pengerjaannya.
“Selain itu, pembangunan 23 titik jembatan aramco dan delapan jembatan gantung juga sedang dalam proses penyelesaian, sehingga akses transportasi dan distribusi kebutuhan masyarakat dapat segera kembali normal,” jelasnya.
Pangdam Iskandar Muda turut mengapresiasi sinergi prajurit TNI, instansi terkait, serta elemen masyarakat yang terus menunjukkan kekompakan dan semangat gotong royong dalam proses pemulihan bencana di Aceh.
“Dengan kebersamaan, keikhlasan, dan semangat kemanusiaan, kami optimistis pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh dapat segera terwujud,” pungkasnya. (asp)

