“PKB Aceh Buka Rekruitmen Ketua DPC 2026–2031″
ASPOST.ID- Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh resmi memulai proses penjaringan calon Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) di seluruh kabupaten/kota. Rekrutmen kepemimpinan periode 2026–2031 ini dibuka selama dua pekan, mulai 1 hingga 15 Maret 2026, sebagai bagian dari konsolidasi besar partai menjelang agenda politik mendatang.
Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud akrab disapa HRD yang juga anggota DPR-RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Aceh II, menegaskan, proses seleksi kali ini dirancang lebih terbuka dan inklusif. Menurutnya, PKB ingin menghadirkan kepemimpinan cabang yang segar, kompeten, serta mampu menjawab tantangan sosial-politik di Aceh.
“Semua kader potensial punya kesempatan yang sama. Baik pengurus partai, anggota DPRK, DPRA, maupun tokoh yang memiliki kapasitas kepemimpinan, silakan ambil peran. PKB membuka ruang seluas-luasnya,” ujarnya.
Tak hanya dari internal, PKB juga memberi kesempatan bagi kalangan eksternal untuk bergabung. Pengusaha, akademisi, santri dayah, aktivis sosial, profesional muda, tokoh perempuan, hingga mantan birokrat dipersilakan mendaftar. Ruslan menilai politik seharusnya menjadi ruang pengabdian lintas latar belakang, bukan sekadar arena kompetisi elektoral.
“PKB bukan partai eksklusif. Kami ingin rumah politik ini diisi orang-orang yang punya niat baik, jaringan kuat, dan semangat bekerja untuk masyarakat,” tegas HRD dalam keterangannya kepada aspost.id, Jum’at (27/2).
Dari sisi administrasi, pendaftaran dibuat sederhana. Bakal calon hanya diminta mengirimkan Curriculum Vitae (CV) melalui email resmi panitia atau menghubungi kontak penjaringan. Format bebas, selama memuat rekam jejak, pengalaman, serta gagasan kepemimpinan.
Selanjutnya, kandidat yang lolos seleksi awal akan dibahas dalam forum Musyawarah Cabang (Muscab) yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret hingga 20 April 2026. Mereka juga akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan yang dilaksanakan pengurus pusat partai. Penetapan akhir tetap menjadi kewenangan DPP sesuai mekanisme organisasi.
Ruslan menekankan, penguatan struktur DPC bukan semata agenda internal partai, melainkan strategi membangun politik yang berdampak nyata. Ia menyebut PKB harus hadir mengawal kebijakan publik, memperjuangkan aspirasi rakyat, dan memastikan manfaat langsung dirasakan masyarakat.
“Politik itu alat perjuangan. Di PKB, berpolitik adalah jalan pengabdian dan kerja nyata, bukan sekadar jabatan,” katanya.
Perhatian khusus juga diarahkan kepada generasi muda, terutama kalangan santri dan dayah. PKB Aceh ingin mendorong lahirnya politisi muda berbasis nilai keislaman yang progresif dan adaptif terhadap dinamika zaman.
Untuk menjamin proses berjalan objektif dan terukur, DPW membentuk Tim Penataan Struktur dan Panitia Seleksi beranggotakan lima orang. Tim ini bertugas memetakan kebutuhan organisasi, menjaring kandidat, serta memastikan seleksi berlangsung transparan.
Melalui rekrutmen terbuka ini, PKB Aceh berharap muncul kepemimpinan DPC yang solid, inklusif, dan mampu menggerakkan mesin partai hingga ke akar rumput, sekaligus membawa manfaat nyata bagi masyarakat di setiap daerah.(asp)

