ASPOST.ID- Fajar baru kebangkitan generasi muda Aceh Utara kembali dilakukan melalui gerakan Safari Subuh oleh Komunitas Pemuda Subuh (KOMPAS) Aceh Utara yang berlangsung khidmat di Masjid Nurul Iman, Gampong Beureughang, Kecamatan Tanah Luas, Sabtu (9/5/2026).
Di tengah udara pagi yang sejuk, para jamaah memadati saf-saf masjid, menghadirkan suasana religius yang sarat makna. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah berjamaah, melainkan gerakan spiritual yang menegaskan bahwa kebangkitan daerah harus dimulai dari kebangkitan ruhani generasi mudanya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan azan yang dikumandangkan Tgk. Muhammad Ihsan Rismaulidan, selaku Kabid Humas dan Publikasi KOMPAS Aceh Utara. Shalat Subuh berjamaah diimami oleh Tgk. Fachrul Rozi, Bendahara KOMPAS Aceh Utara, sementara zikir dan doa dipimpin langsung oleh Ketua KOMPAS Aceh Utara, Dr. (C). Ir. Muhammad Hatta, SST., MT.
Dalam sambutannya, sosok yang akrab disapa Bung Hatta itu menegaskan bahwa masa depan Aceh Utara tidak hanya ditentukan oleh pembangunan infrastruktur, tetapi terutama oleh bangkitnya kesadaran spiritual para pemuda untuk kembali memakmurkan masjid.
“Pemuda bangkit, Aceh Utara bangkit. Kebangkitan paling hakiki dimulai ketika pemuda kembali memenuhi saf-saf Subuh. Dari masjid, lahir energi perubahan, karakter kepemimpinan, dan fondasi peradaban yang kuat,” tegasnya.
Menurutnya, masjid bukan hanya tempat ibadah, melainkan pusat pembinaan karakter, tempat lahirnya gagasan besar, dan ruang tumbuhnya generasi pemimpin masa depan.
Momentum Safari Subuh juga diisi tausiyah penuh makna yang disampaikan Tgk. Irfan Hadi, CPS, Koordinator Safari Subuh KOMPAS Aceh Utara. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema membangun rumah tangga yang diberkahi melalui pemilihan pasangan hidup yang tepat.
Ia menekankan bahwa rumah tangga adalah perjalanan panjang yang membutuhkan pondasi kuat, kesabaran, dan kesiapan spiritual.
Menurutnya, terdapat empat prinsip utama dalam meraih pasangan hidup yang diridhai Allah, yang ia formulasikan dalam konsep “DUIT”:
Doa,Usaha,Ikhlas danTawakkal.
“Pasangan hidup adalah ladang pahala menuju syurga. Hubungan yang langgeng bukan dibangun oleh kesempurnaan, tetapi oleh kesabaran dan kesetiaan menjaga amanah Allah,” ujarnya di hadapan jamaah.
Tausiyah tersebut mendapat perhatian serius dari para peserta, terutama kalangan pemuda yang antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan hingga selesai.
Sementara itu, mewakili pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Iman, Ustaz Drs. H. Hamdani A. Jalil, MA menyampaikan apresiasi atas konsistensi KOMPAS Aceh Utara dalam menyalakan semangat dakwah Subuh di berbagai wilayah.
Ia berharap gerakan ini terus meluas dan menjadi inspirasi kebangkitan spiritual masyarakat Aceh Utara.
“Kami melihat ini sebagai cahaya kebangkitan. Ketika pemuda mulai kembali ke masjid, maka harapan untuk lahirnya Aceh Utara yang maju, religius, dan penuh keberkahan semakin nyata,” ungkapnya.
Safari Subuh KOMPAS Aceh Utara menjadi bukti bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang istiqamah. Dari saf-saf Subuh yang terisi, tumbuh doa-doa, persaudaraan, dan semangat kolektif untuk membangun Aceh Utara yang lebih kuat secara moral, spiritual, dan sosial.
Di saat sebagian dunia masih terlelap, cahaya kebangkitan itu justru telah menyala dari masjid.(asp)

