ASPOST.ID- Kerusakan jalan penghubung Krueng Mane–Sawang hingga tembus ke Kabupaten Bireuen pasca banjir mulai ditangani secara gotong royong. Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, bersama Muspika Sawang, perusahaan lokal, dan masyarakat turun langsung melakukan perbaikan sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan.
Perbaikan secara swadaya tersebut dilakukan pada Sabtu, 12 September 2026, dengan fokus pada ruas jalan yang berlubang dan sulit dilalui kendaraan setelah diterjang banjir pada 26 November 2025.
Kondisi jalan yang rusak sempat menghambat mobilitas masyarakat. Selain menjadi akses penting warga menuju Kecamatan Sawang, ruas tersebut juga menjadi jalur alternatif bagi kendaraan pengangkut hasil pertanian dan perkebunan masyarakat.
“Kita bersama Muspika dan seluruh perusahaan secara gotong royong telah memperbaiki 28 kilometer jalan penghubung Krueng Mane–Sawang tembus ke Bireuen dengan swadaya, dibantu perusahaan lokal,” kata Tarmizi Panyang.
Menurut Tarmizi, ruas Krueng Mane–Sawang–Bireuen hingga kini masih berstatus sebagai jalan kabupaten. Ia mengatakan, peningkatan status jalan menjadi kewenangan provinsi sebelumnya telah ia usulkan saat masih menjabat sebagai Anggota DPRA.
Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan infrastruktur pada jalur strategis itu dapat dilakukan secara lebih maksimal dan berkelanjutan.
Pemerintah, kata Tarmizi, juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp21 miliar untuk penanganan jalan Krueng Mane–Sawang hingga tembus Bireuen. Namun, dengan panjang ruas mencapai sekitar 28 kilometer, anggaran tersebut dinilai belum cukup untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan secara permanen.
“Dengan jumlah anggaran Rp21 miliar tentunya tidak akan ter-cover semuanya. Kita harus menunggu sampai penanganannya rampung secara permanen. Semua pihak harus melanjutkan ke tahap berikutnya pada anggaran 2027 mendatang,” jelasnya.
Perbaikan sementara secara gotong royong tersebut mendapat dukungan berbagai pihak, di antaranya Ketua DPRA Zulfadli (Abang Samalanga), Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali, S.E., M.M., Kepala Dinas PUPR Aceh, M. Jafar, perusahaan-perusahaan yang beraktivitas di kawasan Sawang, serta masyarakat setempat.
Tarmizi menegaskan, kolaborasi tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses transportasi yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi warga.
Ia berharap Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Mualem bersama seluruh pemangku kepentingan dapat segera melanjutkan penanganan ruas tersebut hingga seluruhnya selesai secara permanen.
“Kita berharap Pemerintah Aceh bersama seluruh stakeholder yang ada bisa segera merealisasikan perbaikan jalan ini sampai rampung. Jalan ini merupakan akses utama menuju Kecamatan Sawang sekaligus jalur penting untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan masyarakat,” harap Tarmizi.
Dengan kondisi jalan yang semakin baik, masyarakat diharapkan kembali mendapatkan akses transportasi yang lancar, sementara distribusi hasil pertanian dan perkebunan dari kawasan Sawang menuju wilayah lainnya dapat kembali berjalan normal.(asp)

