ASPOST.ID – Sebanyak 450 lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe resmi dikukuhkan dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan XIII di Gedung Serbaguna, Kamis (29/10/2026). Namun, di balik pencapaian akademik tersebut, para lulusan dihadapkan pada tantangan yang lebih besar, membuktikan bahwa ilmu yang diperoleh di bangku kuliah mampu menjawab persoalan masyarakat dan dunia kerja.
Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., menegaskan bahwa ijazah bukan jaminan otomatis bagi seseorang untuk meraih keberhasilan. Menurutnya, capaian akademik harus berjalan seiring dengan kejujuran, kedisiplinan, akhlak, serta kematangan emosional.
Pesan itu disampaikan Danial saat memberikan sambutan di hadapan para wisudawan, keluarga, dan tamu undangan. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak dapat diraih hanya dengan harapan, melainkan membutuhkan usaha, kerja keras, dan komitmen yang konsisten.
“Mengharapkan sesuatu tanpa usaha dan keringat adalah suatu kesia-siaan,” tegas Danial.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi para lulusan bahwa tantangan setelah wisuda tidak berhenti pada upaya memperoleh pekerjaan atau membangun karier. Mereka juga dituntut menjaga etika, bertanggung jawab atas pilihan, serta mampu menghadapi tekanan dan dinamika kehidupan secara dewasa.
Menurut Danial, terdapat empat faktor penting yang perlu dijaga untuk menunjang keberhasilan di masa depan, yakni kejujuran, kedisiplinan dalam menggunakan waktu, hubungan baik dengan keluarga, serta kemampuan membangun dan memelihara hubungan dengan kolega.
“Ananda para wisudawan, ada empat variabel utama yang paling menentukan keberhasilan di masa depan, yaitu merawat kejujuran, menjaga kedisiplinan waktu, menjaga hubungan baik dengan keluarga, dan yang terakhir menjaga hubungan dengan kolega,”ucapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya jaringan alumni sebagai salah satu modal dalam menghadapi persaingan. Melalui Ikatan Alumni (IKA), para lulusan diharapkan dapat memperluas hubungan profesional, berbagi pengalaman, dan membuka peluang pengembangan karier.
Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, pesan tersebut menempatkan integritas dan kualitas karakter sebagai bekal yang tidak kalah penting dari kemampuan akademik. Gelar sarjana maupun magister, pada akhirnya, perlu dibuktikan melalui perilaku, profesionalisme, dan hasil kerja yang dapat dirasakan masyarakat.
Menutup sambutannya, Danial mengingatkan pentingnya keseimbangan antara iman dan ilmu dalam menjalani kehidupan.
“Iman memberi arah, dan ilmu mempercepat Anda menuju arah tersebut. Kami semua mendoakan agar seluruh ananda sekalian meraih kesuksesan di masa depan,” katanya.
155 Lulusan Raih Predikat Cumlaude
Dalam laporan akademik, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Dr. Iskandar, M.Si., menyampaikan bahwa dari total 450 lulusan, sebanyak 155 orang berhasil meraih predikat cumlaude atau dengan pujian.
Capaian tersebut setara dengan sekitar 34,4 persen dari seluruh wisudawan. Rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) lulusan program sarjana (S1) tercatat 3,70, sedangkan program magister (S2) mencapai 3,80. Adapun rata-rata masa studi masing-masing empat tahun untuk jenjang S1 dan dua tahun untuk S2.
Berdasarkan komposisi gender, wisuda Angkatan XIII didominasi perempuan, yakni 383 orang, sedangkan laki-laki berjumlah 67 orang.
Dari sisi distribusi fakultas dan program pendidikan, sebanyak delapan lulusan berasal dari Program Pascasarjana, 205 orang dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), 106 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), 86 orang dari Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), serta 45 orang dari Fakultas Syariah (FASYA).
Data tersebut menggambarkan capaian akademik para lulusan selama menempuh pendidikan tinggi. Meski demikian, tantangan berikutnya adalah bagaimana prestasi tersebut dapat diterjemahkan menjadi kompetensi, daya saing, dan kontribusi konkret setelah mereka meninggalkan kampus.
Alumni Diminta Menjadi Bagian dari Perubahan
Rangkaian wisuda turut diisi penyampaian kesan dan pesan oleh perwakilan wisudawati, Raifatul Rifqa Sofyan Daud. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua IKA UIN SUNA, Muhammad Adam, M.Ed., sekaligus penyerahan para lulusan kepada organisasi alumni.
Prosesi pengukuhan dilakukan secara bertahap oleh Wakil Rektor I bersama Direktur Pascasarjana dan para dekan fakultas. Rangkaian acara juga mencakup pembacaan doa oleh Tgk. Afrizal M. Ali, M.H., serta pembacaan Prasetya Sarjana oleh perwakilan wisudawan.
Sejumlah tamu undangan menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Ketua MPU Aceh Utara Tgk. H. Abdul Manan, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Lhokseumawe Abdul Hadi, S.E., M.Si., Kepala Biro AKPK UNIMAL Dr. T. Nazaruddin, S.H., M.Hum., Kabag Kemahasiswaan Politeknik Negeri Lhokseumawe Jamaluddin, S.E., M.S.M., Kacabdin Kota Lhokseumawe Supriariadi, S.Pd., M.Pd., Kasubag TU Kemenag Lhokseumawe H. Ruslan, S.Ag., M.Pd., Funding Transaction Representative Manager Cut Haryani, serta Sofyan Dawood.
Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan XIII ditutup secara resmi oleh Ketua Senat UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Dr. Munawar Khalil, M.A.
Bagi 450 lulusan tersebut, wisuda bukanlah garis akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal dari pembuktian di tengah masyarakat. Tantangan sesungguhnya bukan sekadar menyandang gelar akademik, tetapi menunjukkan bahwa ilmu, integritas, dan karakter yang dibangun selama masa perkuliahan mampu menghasilkan karya serta memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.(asp)


