ASPOST.ID- Pemerintah Kota Lhokseumawe mulai mempercepat langkah pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi yang berdampak pada sejumlah kawasan di Kecamatan Blang Mangat.
Wali Kota Lhokseumawe, Dr.Sayuti Abubakar, SH.,MH didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Lhokseumawe, Said Bachtiar, ST., MT., meninjau langsung sejumlah titik kerusakan jalan dan saluran drainase di Gampong Blang Teu serta Gampong Jambo Timu, Kamis (7/5).
Kunjungan lapangan tersebut menjadi bagian dari langkah cepat Pemerintah Kota dalam memastikan proses rehabilitasi infrastruktur berjalan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. Peninjauan turut melibatkan jajaran OPD terkait, aparatur kecamatan, hingga perangkat gampong setempat.
Adapun sejumlah titik prioritas yang dikunjungi meliputi Jalan Blang Teu, Jalan Lancok Jambo Timu, Jalan Lancok Meuraksa, Jalan Samping Meunasah Jambo Timu, Jalan Bieneh Pasie Jambo Timu, serta jaringan saluran drainase di kawasan Jambo Timu dan Jambo Mesjid yang mengalami kerusakan dan sedimentasi akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam peninjauan itu, Wali Kota Sayuti terlihat berdialog langsung dengan warga guna mendengar berbagai keluhan terkait kondisi jalan rusak, genangan air, hingga terganggunya aktivitas harian masyarakat akibat buruknya sistem drainase pascabencana.
Menurut Sayuti, penanganan infrastruktur pascabencana tidak boleh dilakukan secara parsial ataupun bersifat sementara. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Lhokseumawe ingin menghadirkan solusi pembangunan yang terukur, terpadu, dan memiliki dampak jangka panjang bagi masyarakat.
“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan penanganan yang cepat dan nyata. Infrastruktur yang rusak akibat bencana harus segera dipulihkan agar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga dapat kembali berjalan normal,” ujar Sayuti di sela-sela peninjauan.
Ia menambahkan, pembangunan jalan dan drainase di wilayah terdampak juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota dalam memperkuat mitigasi bencana, khususnya di kawasan yang selama ini rawan tergenang saat curah hujan tinggi.
“Kita tidak ingin penanganan hanya bersifat tambal sulam. Yang kita dorong adalah pembangunan infrastruktur yang lebih kuat, lebih baik, dan mampu mengurangi risiko banjir maupun kerusakan di masa mendatang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Lhokseumawe Said Bachtiar menjelaskan bahwa hasil identifikasi lapangan akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk penyusunan skala prioritas pembangunan dan penanganan teknis di lapangan.
Menurutnya, beberapa ruas jalan yang ditinjau mengalami kerusakan cukup signifikan akibat tingginya debit air dan buruknya aliran drainase, sehingga membutuhkan penanganan terpadu antara pembangunan badan jalan dan normalisasi saluran.
“Seluruh hasil peninjauan ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah percepatan pembangunan infrastruktur prioritas. Kita ingin penanganannya benar-benar efektif dan menjawab kebutuhan masyarakat,” jelas Said Bachtiar.
Ia juga menyebutkan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar proses rehabilitasi dan pembangunan dapat berjalan lebih cepat, termasuk kemungkinan dukungan anggaran dari pemerintah provinsi maupun pusat untuk penanganan infrastruktur terdampak bencana.
Kehadiran langsung Wali Kota dan jajaran Pemerintah Kota di lokasi terdampak mendapat respons positif dari masyarakat. Warga berharap pembangunan jalan dan drainase dapat segera direalisasikan mengingat kondisi infrastruktur saat ini dinilai menghambat aktivitas warga, terutama saat hujan turun.
Pemerintah Kota Lhokseumawe menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta mendorong pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana hidrometeorologi.(asp)

