ASPOST.ID- Tragedi kebakaran hebat yang melanda kawasan padat penduduk di Gang Perdede, Dusun Murthadahuddin, Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, meninggalkan luka mendalam bagi ratusan warga. Data terbaru mencatat sebanyak 84 unit rumah hangus terbakar, memaksa 85 kepala keluarga atau 275 jiwa kehilangan tempat tinggal.
Saat ini, para korban tersebar di sejumlah titik pengungsian darurat, yakni Kamp Pantai Jagu, Gereja HKBP, dan Gereja Katolik Stasi Santo Mikael Lhokseumawe. Di tengah kondisi darurat, Pemerintah Kota Lhokseumawe bergerak cepat menyalurkan bantuan masa panik serta memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH, turun langsung meninjau lokasi pengungsian pada Rabu (6/5/2026). Dalam dialog dengan warga, ia menegaskan komitmen kuat pemerintah untuk memperjuangkan pembangunan kembali rumah-rumah yang musnah.
“Sore ini saya dijadwalkan rapat dengan Kementerian Dalam Negeri. Kami akan memperjuangkan agar rumah warga bisa dibangun kembali. Insya Allah, kami ingin memastikan kehidupan masyarakat pulih seperti semula,” tegas Sayuti.
Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah di tengah bencana merupakan bentuk tanggung jawab nyata terhadap rakyat. Warga juga diminta aktif menyampaikan kebutuhan dan keluhan melalui aparatur gampong agar dapat segera ditindaklanjuti secara cepat dan terukur.
Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota turut didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Plt Kalak BPBD Said Bachtiar, Plt Kadis Sosial Nurlina, Camat Banda Sakti Mirdha Ihsan, Plt Kadisperindagkop dan UKM, Mulkan, serta unsur TNI dan Polri.
Pemerintah memastikan logistik darurat seperti tenda, makanan, dan perlengkapan dasar masih mencukupi. Selain itu, personel BPBD disiagakan penuh untuk membantu pembersihan puing-puing serta melakukan pendataan kerugian secara menyeluruh.
Di tengah duka, suara harapan datang dari para korban. Simajuntak, salah satu warga terdampak, mengaku kehilangan seluruh harta benda dalam peristiwa tersebut. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan kembali rumah serta mempermudah pengurusan dokumen kependudukan yang ikut terbakar.
“Kami sudah tidak punya apa-apa lagi. Harapan kami rumah bisa dibangun kembali, dan pengurusan KTP/KK serta dokumen kependudukan lainnya agar dipermudah,”pintanya.
Sementara itu, Keuchik Kampung Jawa Lama, Samsul Bahri, menyoroti kendala teknis saat proses pemadaman. Ia mengusulkan pengadaan armada pemadam kebakaran berukuran kecil untuk menjangkau gang sempit di kawasan padat penduduk.
“Mobil damkar besar tidak bisa masuk ke lokasi. Ke depan, kami sangat membutuhkan damkar mini,” katanya.
Camat Banda Sakti, Mirdha Ihsan, memastikan pihaknya akan memfasilitasi percepatan pengurusan dokumen kependudukan melalui koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Ia juga mengungkapkan rencana relokasi sementara pengungsian lebih dekat ke lokasi terdampak, guna memudahkan warga menjaga sisa aset dan membersihkan puing rumah.
Plt Kalak BPBD Lhokseumawe, Said Bachtiar, menambahkan bahwa seluruh personel telah disiagakan untuk membantu warga serta memastikan proses penanganan pascabencana berjalan optimal dan terkoordinasi.
Diketahui, kebakaran yang terjadi pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB itu juga menyebabkan empat orang mengalami luka-luka, dengan satu korban dilaporkan mengalami luka berat dan masih menjalani perawatan intensif. (asp)

