ASPOST.ID- Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, menggelar pertemuan tertutup dengan Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haythar, di Meuligoe Wali Nanggroe pada Sabtu (18/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung tanpa keterangan resmi tersebut langsung menyita perhatian publik, mengingat posisi strategis kedua tokoh dalam dinamika politik, sosial, dan pembangunan Aceh. Dalam suasana yang disebut berlangsung hangat dan penuh keakraban, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem terlihat mendengarkan secara seksama berbagai pandangan dan nasihat dari Malik Mahmud, sosok sentral dalam sejarah perjuangan Aceh Merdeka.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi terkait substansi pembahasan. Namun, sejumlah pengamat menilai pertemuan tersebut berpotensi membahas isu-isu krusial, mulai dari arah kebijakan pembangunan daerah, penguatan stabilitas politik, hingga konsolidasi perdamaian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Aceh.
Sebagai wilayah yang terus bertransformasi pasca MoU Helsinki RI-GAM 15 Agustus 2005 silam, untuk mengakhiri konflik antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka, Aceh membutuhkan sinergi kuat antara pemangku kepentingan utama.
Pertemuan dua figur berpengaruh ini dinilai sebagai bagian penting dalam menjaga kesinambungan perdamaian serta merumuskan langkah strategis guna memperkuat stabilitas sosial, politik, dan ekonomi Aceh ke depan. (*)


