ASPOST.ID-Pemerintah Kota Lhokseumawe merilis hasil rekapitulasi dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada November 2025. Total estimasi kebutuhan pembiayaan pemulihan mencapai Rp 964,87 miliar, mencakup kerusakan infrastruktur, fasilitas publik, hingga sektor ekonomi masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas PUPR Kota Lhokseumawe Said Bachtiar, dikonfirmasi aspost.id, pada Senin (8/12).
Data resmi tersebut menegaskan bahwa bidang infrastruktur mengalami kerusakan terparah dengan nilai estimasi Rp 910,05 miliar. Sebanyak 1.128 unit rumah rusak terdampak banjir dan longsor, disusul 16 jembatan, 33 ruas jalan, serta 73 ruas jalan lingkungan yang harus segera ditangani. Selain itu, kerusakan juga terjadi pada saluran drainase, daerah irigasi, pengaman pantai, tiga lokasi abrasi sungai dan pantai, hingga 20 titik waduk, bendung, dan embung.
Pada bidang keistimewaan, pemerintahan dan sumber daya manusia, kerusakan mencapai nilai Rp 54,82 miliar. Kerusakan meliputi 56 fasilitas kesehatan, 61 sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA, 5 masjid, 13 dayah, dan 28 kantor pemerintahan. Penanganan segera diperlukan untuk memulihkan pelayanan publik yang terhenti akibat bencana.
Sementara itu, kerusakan di bidang ekonomi dan sumber daya alam (SDA) juga berdampak langsung terhadap mata pencaharian masyarakat. Bencana merusak 1.055 hektare sawah, 53 hektare kebun, serta 304 hektare tambak, menyebabkan produksi pertanian dan perikanan menurun drastis.
“Pemerintah Kota Lhokseumawe menegaskan bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan lintas sektor baik dari pemerintah pusat, provinsi, maupun lembaga terkait,”ucap Kadis PUPR.
Menurutnya, kerusakan yang hampir menyentuh angka Rp 1 triliun ini dinilai berpotensi memicu perlambatan ekonomi daerah jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.
Hingga kini, Pemko Lhokseumawe terus melakukan pendataan tambahan sekaligus mengupayakan percepatan penyaluran bantuan untuk warga terdampak. Pemerintah berharap laporan ini menjadi dasar kebijakan dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah Lhokseumawe. (asp)

