Pos-pos Terbaru
- UIN SUNA Lhokseumawe Wisuda 760 Lulusan di Tengah Raihan Akreditasi Unggul
- Lhokseumawe Matangkan Tahapan Pilkades Serentak 2026, 47 Gampong Siap Gelar Pemilihan Keuchik
- “1913 Brew” Resmi Bersertifikat, Lapas Lhokseumawe Perkuat Inovasi Ekonomi Warga Binaan
- HRD: Ingatkan Ketua DPC PKB Se-Aceh Terpilih Nantinya Jangan Tidur
- Muhammad Hatta Nahkodai FHPTA 2026–2029, Perkuat Ekosistem Komunikasi Publik Kampus di Aceh
Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
- UIN SUNA Lhokseumawe Wisuda 760 Lulusan di Tengah Raihan Akreditasi Unggul
- Lhokseumawe Matangkan Tahapan Pilkades Serentak 2026, 47 Gampong Siap Gelar Pemilihan Keuchik
- “1913 Brew” Resmi Bersertifikat, Lapas Lhokseumawe Perkuat Inovasi Ekonomi Warga Binaan
- HRD: Ingatkan Ketua DPC PKB Se-Aceh Terpilih Nantinya Jangan Tidur
- Muhammad Hatta Nahkodai FHPTA 2026–2029, Perkuat Ekosistem Komunikasi Publik Kampus di Aceh
- Besok, Pemko Lhokseumawe Matangkan Persiapan Pilkades Serentak 2026
- HBP ke-62, Lapas Lhokseumawe Siap Transformasi Pemasyarakatan Berbasis Human Capital dan Reintegrasi Sosial
- Plt Kepala DLH Lhokseumawe Turun Langsung, Gaungkan Disiplin Kelola Sampah di Ruang Publik
Penulis: Redaksi
ASPOST.ID- Pemerintah Kota Lhokseumawe resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat (SR) senilai Rp 250 miliar yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut. Proyek ambisius ini ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) yang digelar pada Senin (12/1) di Gampong Jeulikat, Kecamatan Blang Mangat. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH, yang memimpin acara tersebut, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat ini adalah langkah strategis untuk memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, pembangunan ini merupakan komitmen pemerintah dalam menjamin hak dasar masyarakat di bidang pendidikan. “Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata kehadiran negara…
“47 Hari Pasca Bencana, Rimba yang Terluka Mengirim Pesan Sunyi” ASPOST.ID- Sungai-sungai di Aceh tak lagi hanya mengalirkan air. Arus keruh yang bercampur pasir kini membawa batang-batang kayu raksasa, sebagian berdiameter lebih besar dari pelukan orang dewasa. Kayu-kayu ini datang tanpa suara, namun menyimpan kisah panjang tentang hutan yang kehilangan penjaganya. Empat puluh tujuh hari telah berlalu sejak bencana alam menerjang 18 kabupaten/kota di Aceh. Ribuan rumah hancur, sebagian hilang begitu saja, sementara yang lainnya rusak parah, sedang, atau ringan. Lumpur setinggi atap rumah perlahan mengering, namun banyak daerah yang masih belum dibersihkan oleh pemerintah. Puluhan ribu warga masih bertahan…
ASPOST.ID-Jembatan gantung yang menghubungkan sejumlah gampong di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan putus total akibat diterjang banjir bandang pada November 2025. Jembatan Gantung Gampong Rambong Payong itu mengalami kerusakan parah hingga hancur dan hanyut terbawa arus deras sungai dari hulu. Putusnya jembatan tersebut menyebabkan lumpuhnya aktivitas masyarakat di beberapa gampong. Warga Gampong Lhok Bayu dan Gampong Krueng Baro kini terisolasi karena jembatan itu merupakan satu-satunya akses penghubung antarwilayah. Untuk menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk keperluan ekonomi, pendidikan, dan akses layanan kesehatan, warga terpaksa menggunakan rakit sederhana dengan risiko keselamatan yang tinggi. Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Pase, mengatakan…
ASPOST.ID- Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) dari Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI turun langsung memberikan dukungan psikososial kepada penyintas banjir di Gampong Simpang Tiga dan Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (11/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental masyarakat terdampak. Penanggung Jawab Health Emergency Operational Center (HEOC) Aceh Utara, dr. Maidar, M.Kes., mengatakan pemulihan psikososial merupakan komponen penting dalam respons darurat kesehatan. “Pemulihan penyintas banjir diarahkan secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan mental. Untuk itu, dukungan psikososial terus kami perkuat melalui kolaborasi antara Pemerintah Daerah…
ASPOST.ID- Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa mengunjungi Kantor Wilayah Bea dan Cukai Aceh di sela agenda Rapat Koordinasi Satuan Tugas Pemulihan Pascabencana DPR RI bersama Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah di Provinsi Aceh, Sabtu (11/1/2026). Kunjungan yang berlangsung di Gedung Kanwil Bea dan Cukai Aceh tersebut disambut langsung oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Aceh Bier Budy Kismulyanto, didampingi para kepala satuan kerja Bea Cukai se-Aceh, pejabat struktural, serta seluruh pegawai di lingkungan Kanwil Bea Cukai Aceh. Turut hadir Kepala Kantor Bea Cukai Lhokseumawe Agus Siswadi bersama jajaran pejabat pengawas dan staf. Kehadiran tersebut mencerminkan dukungan aktif…
ASPOST.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Arafat Ali, S.E., M.M., mengusulkan agar pemerintah memberikan bantuan atau kompensasi khusus kepada keluarga korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada 26 November 2025. Arafat menegaskan, kompensasi tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran dan kepedulian negara terhadap masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana alam. “Pemerintah harus memberikan kompensasi kepada keluarga korban meninggal dunia sebagai bentuk perhatian negara. Korban yang meninggal bisa saja merupakan tulang punggung keluarga, seperti orang tua, anak, istri, atau suami. Jika bantuan disalurkan melalui Kementerian Sosial, tentu dapat dimanfaatkan…
ASPOST.ID- Pemerintah Kota Lhokseumawe kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Berdasarkan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik di Kementerian, Lembaga dan Daerah Tahun 2025, Pemko Lhokseumawe meraih nilai indeks 4,31 dan masuk dalam kategori A-. Penilaian tersebut dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Republik Indonesia, yang mencerminkan kualitas pelayanan publik yang prima, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Capaian ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota Lhokseumawe di bawah kepemimpinan Wali Kota Dr. Sayuti Abubakar, S.H., M.H., dan Wakil Wali Kota Husaini, S.E., dalam mendorong reformasi birokrasi, peningkatan kinerja aparatur, serta transformasi pelayanan publik…
ASPOST.ID- Wali Kota Lhokseumawe secara mengejutkan mencopot tiga pejabat eselon II Pemerintah Kota Lhokseumawe di awal tahun 2026. Kebijakan tegas ini memantik tanda tanya publik, terlebih dilakukan di tengah kondisi belum cairnya gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk wali kota, wakil wali kota, hingga 25 anggota DPRK Lhokseumawe pada Januari 2026. Tiga pejabat yang dibebastugaskan tersebut merupakan pejabat lama yang telah bertahun-tahun menduduki jabatan strategis, yakni Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dedi Irfansyah, ST, MT, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Mohammad Rizal, S.Sos, M.Si, serta Kepala Dinas Sosial Muslim Yusuf, S.Sos.…
ASPOST.ID- Korban banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Utara mulai menghadapi ancaman penyakit akibat kondisi lingkungan pasca bencana. Tim Mobile Clinic Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menemukan berbagai kasus penyakit saat memberikan layanan kesehatan gratis kepada masyarakat terdampak di sejumlah wilayah Provinsi Aceh. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, penyakit yang paling banyak diderita warga adalah dermatofitosis dan penyakit kulit lainnya. Selain itu, tim medis juga mencatat tingginya kasus gangguan neuromuskuloskeletal, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan saluran cerna (gastrointestinal), serta hipertensi. Penyakit-penyakit tersebut diduga kuat dipicu oleh buruknya kondisi sanitasi, lingkungan yang lembap pasca banjir, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta…
ASPOST.ID- Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe menerima bantuan dana pemulihan pasca bencana banjir dan longsor mencapai lebih dari Rp9 miliar. Bantuan tersebut berasal dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta sejumlah pemerintah daerah di Indonesia sebagai wujud solidaritas lintas daerah terhadap musibah yang melanda Kota Lhokseumawe. Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, didampingi Wakil Wali Kota Husaini, Asisten I M. Maxalmina, dan Asisten III Setdako Lhokseumawe Sayed Alam Zulfikar, menyampaikan hal tersebut kepada awak media dalam kegiatan coffee morning yang digelar di Aula Setdako Lhokseumawe, Jumat (9/1). Sayuti menjelaskan, bantuan terbesar bersumber dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebesar Rp4 miliar. Selain…
