ASPOST.ID- Banjir bandang yang melanda Kabupaten Aceh Utara pada 26 November 2025 mengakibatkan munculnya 40 titik muara sungai baru, yang mengancam kelangsungan ekosistem lokal dan memengaruhi kehidupan masyarakat di kawasan pesisir. Dampak bencana ini sangat parah, dengan kerusakan signifikan yang melanda sejumlah kecamatan, termasuk Seunuddon, Lapang, Samudera, Syamtalira Bayu, Dewantara, dan Muara Batu.
Fenomena munculnya muara-muara baru ini disebabkan oleh aliran air yang tidak terkendali, sehingga mengubah pola aliran sungai dan menambah masalah bagi masyarakat pesisir.
Muntasir Pase, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, mengungkapkan kekhawatiran besar terhadap dampak jangka panjang, terutama jika muara-muara baru ini tidak segera ditangani. “Jika tidak segera direklamasi atau ditutupi, muara baru ini bisa memperburuk keadaan, terutama pada saat pasang purnama atau banjir rob, yang berisiko menggenangi rumah-rumah warga,” kata Muntasir, seperti laporan yang diterima dari Kepala DKP Aceh Utara, Syarifuddin.
Selain itu, bencana ini juga menghancurkan saluran tambak milik warga, menimbun lahan-lahan garam tradisional mereka dengan lumpur. Hal ini berpotensi mengancam mata pencaharian petani tambak yang telah bertahun-tahun bergantung pada lahan tersebut. “Kerugian yang dialami sangat besar bagi para petani, yang kini terancam kehilangan sumber penghidupan utama mereka,” terang Muntasir, kepada aspost.id, Senin (29/12).
Pemerintah setempat tengah merancang langkah-langkah tanggap darurat untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak dan melakukan penanganan terhadap muara baru. Namun, untuk mencegah bencana serupa, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan guna memastikan perlindungan lingkungan yang berkelanjutan.
Banjir ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas sosial-ekonomi masyarakat pesisir yang terancam kehilangan mata pencaharian dan tempat tinggal. Diharapkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera mengambil tindakan tegas untuk menanggulangi dampak bencana ini dan melindungi kelestarian lingkungan yang semakin tergerus.(asp)
