ASPOST.ID- Kepedulian terhadap mahasiswa terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Bank Muamalat Indonesia. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, Bank Muamalat Cabang Lhokseumawe menyalurkan bantuan sebesar Rp45 juta kepada mahasiswa korban banjir di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Bantuan tersebut diberikan kepada 15 mahasiswa yang mengalami dampak berat akibat banjir, dengan masing-masing menerima Rp3 juta untuk membantu meringankan beban ekonomi sekaligus mendukung kelangsungan pendidikan mereka.
Penyerahan bantuan berlangsung di ruang Op Room Biro Rektorat UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Rabu (11/3), dan dihadiri pimpinan kampus serta jajaran Bank Muamalat.
Branch Manager Bank Muamalat KCP Lhokseumawe, M. Reza Anrycco, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian lembaga keuangan syariah terhadap mahasiswa yang terdampak bencana.
“Sebanyak 15 mahasiswa yang mengalami dampak cukup berat akibat banjir menerima bantuan masing-masing Rp3 juta. Kami berharap bantuan ini dapat membantu mereka tetap melanjutkan studi tanpa terbebani kesulitan ekonomi pascabencana,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Bank Muamalat kepada mahasiswa yang tengah menghadapi masa sulit.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi bentuk empati dan dukungan moral bagi mahasiswa agar tetap semangat menjalani perkuliahan.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian yang diberikan kepada mahasiswa kami yang terdampak banjir. Bantuan ini sangat berarti dalam membantu mereka tetap melanjutkan pendidikan di tengah kondisi yang tidak mudah,” kata Prof. Danial.
Ia menambahkan, langkah Bank Muamalat menjadi contoh nyata sinergi antara lembaga keuangan syariah dan dunia pendidikan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya generasi muda yang sedang menempuh pendidikan tinggi.
Melalui bantuan tersebut, para mahasiswa diharapkan dapat kembali fokus menjalani perkuliahan serta bangkit dari dampak bencana yang sempat mengganggu aktivitas akademik mereka. (asp)

