ASPOST.ID – Sajian ranup (sirih) menjadi pembuka kunjungan Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., ke Stand Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Aceh Utara dalam rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai, Selasa (8/9) malam.
Bupati yang akrab disapa Ayah Wa tersebut disambut pejabat BKPSDM Aceh Utara, Muliadi, M.Pd., bersama petugas stand yang berada di pelataran Kantor Bupati Aceh Utara.
Penyambutan dengan ranup bukan sekadar suguhan. Dalam tradisi Aceh, ranup memiliki makna kehormatan, kemuliaan dan keramahan sebagai bagian dari filosofi peumulia jamee, yakni memuliakan tamu.
Di tengah suasana Piasan Pasai yang sarat dengan nilai sejarah dan budaya, Stand BKPSDM Aceh Utara juga menjadi salah satu ruang interaksi langsung antara pemerintah dengan aparatur. Berbagai informasi mengenai administrasi serta pelayanan kepegawaian disampaikan kepada para pengunjung.
Keberadaan stand tersebut menjadi penting mengingat jumlah aparatur di Kabupaten Aceh Utara yang mencapai puluhan ribu orang. Data kepegawaian mencatat sebanyak 7.417 PNS, 2.388 PPPK penuh waktu dan 8.094 PPPK paruh waktu.
Para aparatur tersebut tersebar di lingkungan pemerintahan Aceh Utara yang siap memberikan pelayanan kepada masyarakat di 852 gampong yang berada di 26 kecamatan. Dengan jumlah penduduk Aceh Utara mencapai lebih dari 600 ribu jiwa, aparatur pemerintah memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan publik berjalan efektif.
Dalam kunjungannya, Ayah Wa melihat langsung aktivitas pelayanan dan penyampaian informasi yang dilakukan petugas BKPSDM. Kehadiran stand tersebut diharapkan mampu memangkas jarak antara aparatur dengan pusat informasi kepegawaian, khususnya bagi pegawai yang membutuhkan penjelasan terkait administrasi dan layanan kepegawaian.
“Stand ini diharapkan dapat mempermudah para pegawai memperoleh informasi terkait administrasi dan pelayanan kepegawaian,” demikian pesan yang disampaikan dalam kunjungan tersebut.
Momentum kunjungan Bupati tidak hanya memperlihatkan sisi pelayanan pemerintahan, tetapi juga mempertemukan nilai adat, sejarah dan tata kelola pemerintahan dalam satu rangkaian kegiatan Milad ke-800 Samudera Pasai.
Penyambutan dengan ranup sekaligus menjadi simbol bahwa kemajuan birokrasi dan pelayanan publik tetap dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai budaya Aceh yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Bagi BKPSDM Aceh Utara, kehadiran di tengah rangkaian Piasan Pasai menjadi kesempatan untuk membawa pelayanan kepegawaian lebih dekat kepada ASN sekaligus membuka ruang komunikasi langsung dengan aparatur yang membutuhkan informasi. (asp)


