ASPOST.ID- Pemerintah Kabupaten Aceh Utara secara resmi mengajukan permohonan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar berkenan meninjau langsung kondisi masyarakat pascabencana banjir besar yang melanda wilayah tersebut.

Permintaan itu disampaikan langsung oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM (Ayahwa), melalui Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, saat kunjungan kerja di Kecamatan Lapang, Rabu (7/1).

Kunjungan Menko Polkam sekaligus menandai dimulainya pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban banjir di Gampong Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang. Proyek ini menjadi pembangunan Huntap pertama oleh pemerintah pusat pascabencana banjir besar yang melanda Aceh Utara pada akhir November 2025.

Menko Polkam Djamari Chaniago hadir bersama Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Alibasyah, MM, Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Yudha Fitri, pejabat BNPB, serta unsur Forkopimda Aceh. Rombongan disambut langsung oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A.Jalil, Ketua DPRK Arafat Ali bersama Forkopimda setempat, Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran, serta tokoh ulama Aceh Utara Tgk. H. Muzakir Abdullah (Waled Lapang).

Banjir Terparah dalam Sejarah Aceh Utara

Dalam pemaparannya, Bupati Ayahwa menyebut bencana banjir kali ini sebagai salah satu yang terburuk sepanjang sejarah Aceh Utara, baik dari jumlah korban jiwa maupun dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.

Data terbaru Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mencatat 230 orang meninggal dunia, enam orang hilang, dan 2.127 orang luka-luka. Kelompok rentan terdampak secara signifikan, terdiri atas 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lansia, serta 513 penyandang disabilitas.

Secara keseluruhan, banjir berdampak pada 124.549 keluarga atau 433.064 jiwa, termasuk 74.383 pelajar dan 9.071 tenaga pendidik. Hingga kini, 210 titik pengungsian masih aktif di berbagai wilayah Aceh Utara.

Puluhan Ribu Rumah Rusak, Mata Pencaharian Lumpuh

Kerusakan infrastruktur dan permukiman akibat banjir tercatat sangat masif. Sebanyak 72.364 rumah terendam, 3.506 rumah hilang, 6.236 rusak berat, 16.325 rusak sedang, dan 20.280 rusak ringan. Selain itu, banjir merusak 14.506 hektare sawah dan 10.674 hektare tambak, yang berdampak langsung pada lumpuhnya mata pencaharian masyarakat.

Kecamatan Lapang menjadi salah satu wilayah paling terdampak. Banjir bandang memicu terbentuknya 20 muara baru yang membelah kawasan permukiman, menyebabkan banyak rumah warga hanyut dan roboh.

“Tiga gampong mengalami kerusakan paling parah, yakni Kuala Cangkoy, Kuala Keureutoe Timu, dan Matang Baroh. Rumah-rumah warga rusak berat dan terbawa arus. Kami sangat berharap pembangunan rumah dapat dipercepat, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan,” ujar Ayahwa.

Ia juga menekankan kebutuhan mendesak masyarakat, mulai dari logistik dasar, perlengkapan ibadah, hingga dukungan pemulihan ekonomi, mengingat sebagian besar warga kehilangan sumber penghidupan.

Permohonan Khusus untuk Kunjungan Presiden

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ayahwa secara khusus menyampaikan aspirasi masyarakat agar Presiden Prabowo Subianto berkenan mengunjungi langsung Aceh Utara.

“Melalui Bapak Menko Polkam, kami memohon agar Bapak Presiden dapat datang langsung ke Aceh Utara. Ini adalah harapan dan permohonan khusus dari seluruh masyarakat yang terdampak bencana,” kata Ayahwa.

Menanggapi hal itu, Menko Polkam Djamari Chaniago memastikan aspirasi tersebut akan disampaikan langsung kepada Presiden.

“Saya akan melaporkan kepada Bapak Presiden. Pembangunan hunian sementara dan hunian tetap segera kita mulai. Mudah-mudahan Bapak Presiden dapat berkunjung langsung ke Aceh Utara,” ujarnya.

104 Unit Huntap Ditargetkan Rampung Sebelum Ramadhan

Di Gampong Kuala Cangkoy, pemerintah pusat akan membangun 104 unit hunian tetap di atas lahan seluas lebih dari 2,2 hektare, yang merupakan tanah bersertifikat milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Setiap unit berdiri di atas lahan 8 x 15 meter, dengan ukuran bangunan 6 x 6 meter, dan dilengkapi perabot dasar.

Kawasan Huntap juga akan dilengkapi mushala, balai pertemuan, area parkir, serta ruang aktivitas warga.

“Kami menargetkan rumah-rumah ini dapat ditempati sebelum Ramadhan, agar warga bisa menjalankan ibadah dengan tenang dan bermartabat,” ujar Djamari Chaniago.

Pada kesempatan yang sama, Menko Polkam juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban banjir serta paket bantuan perumahan, yang diterima secara simbolis oleh Panglima Laot setempat, Tgk. Muhammad Hasan.

Aceh Butuh Penanganan Cepat dan Terpadu

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, mengapresiasi kunjungan Menko Polkam yang merupakan kunjungan kedua pemerintah pusat sejak bencana terjadi. Ia menegaskan bahwa dampak banjir hampir merata di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

“Kerusakan rumah di Aceh mencapai lebih dari 144 ribu unit, termasuk kerusakan jalan lintas utama dan jembatan. Kami juga meminta perhatian khusus untuk renovasi masjid-masjid yang rusak berat, terutama menjelang Ramadhan,” ujarnya.(red)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version