ASPOST.ID- Bupati Bireuen Ir. H. Mukhlis, ST., menegaskan pentingnya membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan ramah bagi seluruh peserta didik. Ia meminta seluruh sekolah di Kabupaten Bireuen terbebas dari kekerasan, perundungan (bullying) maupun segala bentuk diskriminasi.
Penegasan tersebut disampaikan Mukhlis saat melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 34 kepala sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen, Senin (14/9/2026) sore, di Aula SPNF-SKB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen.
Sebanyak 34 kepala sekolah yang dilantik terdiri dari 2 Kepala UPTD Taman Kanak-Kanak (TK), 22 Kepala UPTD Sekolah Dasar (SD), dan 10 Kepala UPTD Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Mukhlis menekankan bahwa kepala sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada urusan administratif. Menurutnya, kepala sekolah merupakan pemimpin pembelajaran sekaligus motor penggerak perubahan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Jadikan jabatan ini sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat dan daerah, dengan membangun sekolah yang memiliki budaya belajar yang baik, lingkungan yang aman dan nyaman, serta pelayanan pendidikan yang berkualitas,”tegas Mukhlis.
Ia juga meminta kepala sekolah memperkuat kompetensi kepemimpinan, mendorong guru meningkatkan kualitas pembelajaran, menghadirkan berbagai inovasi, serta memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif.
Selain menciptakan lingkungan sekolah yang ramah bagi peserta didik, Mukhlis mengingatkan agar seluruh pengelolaan sumber daya sekolah dilakukan secara transparan, efektif, efisien dan bertanggung jawab.
Sinergi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua dan pemerintah daerah, lanjutnya, juga harus terus diperkuat untuk memastikan proses pendidikan berjalan optimal.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar, berkembang dan meraih masa depan. Tidak boleh ada kekerasan, perundungan maupun diskriminasi,” tegasnya.
Mukhlis menjelaskan, pelantikan tersebut telah memperoleh rekomendasi dan pertimbangan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait penugasan, mutasi dan pemberhentian kepala sekolah di Kabupaten Bireuen.
Menurutnya, rekomendasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh proses penataan dan penugasan kepala sekolah berjalan tertib, objektif serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Namun, ia mengingatkan bahwa pelantikan bukan sekadar agenda administratif maupun seremonial. Jabatan kepala sekolah membawa tanggung jawab besar terhadap kualitas pendidikan dan masa depan generasi muda Bireuen.
“Mari kita bekerja dengan hati, melayani dengan ikhlas, dan berorientasi pada hasil terbaik bagi anak-anak kita,” ajaknya.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Keputusan Bupati Bireuen, dilanjutkan pengambilan sumpah/janji jabatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Mukhlis. Penandatanganan berita acara dilakukan secara simbolis oleh Putri Mayasari, S.Pd., dan Azwani, S.Pd.I., M.Pd.
Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala BKPSDM Kabupaten Bireuen Azhari, S.Sos., M.M., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bireuen Dr. Muslim, M.Si.
Di akhir arahannya, Mukhlis menyampaikan selamat kepada seluruh kepala sekolah yang baru dilantik. Ia meminta mereka menjalankan amanah dengan integritas, tanggung jawab, ketulusan dan dedikasi demi menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas di Kabupaten Bireuen. (asp)


