ASPOST.ID- Kekayaan budaya dan kuliner Gayo Lues kembali mencuri perhatian di tingkat Provinsi Aceh. Mengusung tradisi lokal dalam kemasan kreatif, Kabupaten Gayo Lues berhasil meraih Juara 1 Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 yang digelar di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Ahad (13/9/2026).
Prestasi tersebut diraih setelah kontingen Gayo Lues menampilkan tema “Kenuri Tangkuh Nuling”, sebuah gambaran tradisi adat masyarakat Gayo Lues dalam menyambut dan merayakan hasil panen padi.
Konsep tersebut tidak sekadar menghadirkan pertunjukan budaya, tetapi juga membawa pesan tentang kebersamaan, gotong royong, serta kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat Gayo Lues.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Dinas Pariwisata bersama Dekranasda dan TP PKK Kabupaten Gayo Lues mengemas tradisi, kuliner, dan kerajinan lokal dalam satu sajian yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung maupun dewan juri.
Paviliun Gayo Lues bahkan menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi selama pelaksanaan festival. Sejumlah kuliner khas diperkenalkan kepada masyarakat, mulai dari Lepat, Bahrum, Due Kali, Kuah Koro, Gegaluh hingga Pepire.
Namun, perhatian pengunjung paling banyak tertuju pada Itik Encer yang dimasak secara langsung di depan paviliun melalui konsep “Anyung Dapur”. Proses memasak secara terbuka dengan sentuhan tradisional tersebut menghadirkan pengalaman kuliner yang berbeda sekaligus memperkenalkan cita rasa khas Gayo Lues kepada pengunjung ACF 2026.
Aroma masakan yang menggugah selera serta proses penyajian yang berlangsung langsung di hadapan pengunjung membuat area Anyung Dapur terus dipadati masyarakat.
Puncak kebanggaan Gayo Lues terjadi saat penghargaan Juara 1 ACF 2026 diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, kepada Ketua Dekranasda Kabupaten Gayo Lues, Ny. Rita Elviani Suhaidi, pada malam puncak festival.
Keberhasilan tersebut menjadi buah dari sinergi antara Dinas Pariwisata Kabupaten Gayo Lues, Dekranasda Kabupaten Gayo Lues, dan TP PKK Kabupaten Gayo Lues dalam memperkenalkan potensi daerah melalui kekuatan budaya dan kuliner.
Ketua Dekranasda Kabupaten Gayo Lues, Ny. Rita Elviani Suhaidi, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan itu bukan sekadar prestasi pemerintah daerah, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Gayo Lues.
“Kami bersyukur dan bangga. Juara 1 ini bukan hanya untuk pemerintah, tapi untuk seluruh masyarakat Gayo Lues. Tema ‘Kenuri Tangkuh Nuling’ dan Anyung Dapur Itik Encer terbukti mampu memperkenalkan identitas kita ke khalayak lebih luas,”ucapnya kepada awak media.
Prestasi di ACF 2026 diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat posisi Gayo Lues sebagai salah satu daerah yang memiliki kekayaan wisata budaya dan kuliner di Aceh.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues juga berkomitmen mendorong pengembangan pelaku UMKM, pegiat seni dan budaya, serta kelompok sadar wisata agar potensi lokal tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi dan memperkuat sektor pariwisata.
Gayo Lues membuktikan, tradisi yang dirawat dan kuliner yang diwariskan dapat menjadi kekuatan untuk membawa nama daerah semakin dikenal. (asp)


