ASPOST.ID- Peta politik internal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kota Lhokseumawe memasuki fase krusial menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) periode 2026–2031. Empat figur kunci resmi mencuat sebagai kandidat Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC), menandai kontestasi strategis yang berpotensi menentukan arah politik dan konsolidasi partai di tingkat lokal.
Hal itu berdasarkan informasi yang dihimpun media aspost.id, pada Selesai (7/4).
Keempat nama tersebut mencerminkan kombinasi kekuatan kaderisasi dan pengalaman politik. Tgk Abdul Razaq dikenal sebagai representasi basis akar rumput yang militan dan guru pengajian di Dayah. Sementara Said Maimun, yang saat ini menjabat Sekretaris DPC, memiliki rekam jejak kuat dalam manajemen organisasi. Di sisi lain, Hj. Nurhayati Aziz sebagai petahana sekaligus anggota DPRK Lhokseumawe dua periode membawa modal kepemimpinan dan pengalaman legislatif, sedangkan Nuraida, juga anggota DPRK, dinilai memiliki jaringan dukungan politik yang solid di kalangan konstituen.
Menguatnya dinamika ini mencerminkan tingginya partisipasi kader serta hidupnya mekanisme demokrasi internal di tubuh PKB, partai yang berakar kuat pada basis Nahdlatul Ulama. Persaingan diperkirakan tidak hanya ditentukan oleh popularitas, tetapi juga kapasitas kepemimpinan, strategi elektoral, serta kemampuan memperluas pengaruh politik partai dalam pembangunan daerah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Muscab PKB Lhokseumawe dijadwalkan berlangsung pada Sabtu 11 April 2026 di Hotel Meuligoe, Kabupaten Bireuen. Agenda ini akan digelar secara serentak bersama Muscab dari Kabupaten Bireuen, Aceh Utara, dan Bener Meriah.
Momentum ini dinilai menjadi titik balik penting, tidak hanya dalam menentukan figur pemimpin baru, tetapi juga dalam merumuskan strategi politik jangka menengah partai menghadapi dinamika elektoral mendatang.
Sejumlah pengamat menilai, hasil Muscab nantinya akan berdampak signifikan terhadap soliditas internal PKB sekaligus memengaruhi konfigurasi politik lokal di Lhokseumawe dalam beberapa tahun ke depan. Dengan komposisi kandidat yang beragam dan kompetitif, proses pemilihan diproyeksikan berlangsung dinamis, namun tetap dalam koridor demokrasi partai yang sehat.

Sebelumnyadiberitakan, Ketua Tim Penjaringan, Muhammad Adam, M.Ed, kepada aspost.id pada Selasa (3/3/26), menyebut tingginya animo pendaftar sebagai indikator meningkatnya kepercayaan publik terhadap PKB Aceh. Menurutnya, partai membuka ruang seluas-luasnya bagi kader internal maupun figur eksternal yang memiliki kapasitas kepemimpinan dan komitmen terhadap penguatan organisasi.
Proses penjaringan ini, lanjutnya, dilaksanakan atas arahan Ketua DPW PKB Aceh, H. Ruslan M. Daud, sebagai bagian dari penataan struktur partai secara menyeluruh. Fokus utama bukan hanya mengisi posisi struktural, tetapi menyiapkan figur-figur yang mampu memperkuat mesin partai hingga ke akar rumput.
Dengan mekanisme berjenjang dan pengawasan berlapis, PKB Aceh menargetkan lahirnya kepemimpinan DPC yang solid, visioner, dan mampu memperluas basis dukungan politik di seluruh kabupaten/kota. Lonjakan pendaftar kali ini menjadi sinyal kuat bahwa kontestasi internal PKB Aceh memasuki fase yang semakin kompetitif dan strategis menjelang siklus politik mendatang.(red)

