ASPOST.ID- Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Lhokseumawe berlangsung penuh kreativitas. Bukan hanya upacara dan perlombaan konvensional, para insan pendidikan turut unjuk kemampuan melalui lomba memasak kuliner khas Aceh yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Sabtu (15/8/2026).
Suasana lomba semakin meriah ketika para guru dan kepala sekolah tampil layaknya chef profesional. Mengenakan seragam putih lengkap dengan topi koki, mereka bergantian mengambil peran sebagai “kepala dapur” untuk mengolah sekaligus menyajikan hidangan andalan masing-masing.
Kreativitas tersebut mengantarkan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Muara Satu keluar sebagai juara pertama. Tim yang diketuai Samsul Bahri itu berhasil memikat penilaian juri melalui sajian kuliner khas Aceh berupa gulee pliek dan asam keueung, yang disajikan secara unik di dalam tempurung.
Persaingan berlangsung sengit namun tetap dalam suasana penuh keakraban. Sebanyak 25 peserta menunjukkan kemampuan mengolah makanan, kreativitas penyajian, serta kekompakan tim.
Samsul Bahri mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, kemenangan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota K3S Muara Satu.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa meraih juara pertama. Ini merupakan hasil kerja sama dan kekompakan seluruh anggota K3S Muara Satu. Yang terpenting, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan,” ujar Samsul Bahri.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memberikan ruang bagi para kepala sekolah dan insan pendidikan untuk membangun kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lhokseumawe, Yuswardi Yunus. Ia berharap keberhasilan para pemenang dapat menjadi inspirasi bagi guru dan insan pendidikan lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas.
Menurut Yuswardi, keterampilan mengolah kuliner bahkan dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi bagi keluarga guru.
“Kan bisa dipesan makanannya dari pemenang itu. Ini peluang bisnis menjanjikan bagi guru terbaik kita ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, berharap lomba kuliner khas Aceh tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap tahun dengan menghadirkan lebih banyak ragam makanan tradisional.
“Dari lomba ini bisa lahir peluang yang menggiurkan. Mula-mula bisa pesanan dari kalangan guru, kolega maupun khalayak luas nantinya,” kata Haris.
Selain menjadi ruang kreativitas, lomba tersebut dinilai mampu memperkenalkan kembali kekayaan kuliner tradisional Aceh sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis makanan di kalangan insan pendidikan.
Dalam daftar pemenang, K3S Kecamatan Blang Mangat meraih juara kedua, disusul K3S Kecamatan Muara Dua sebagai juara ketiga. Sementara juara harapan pertama diraih K3S Kecamatan Banda Sakti, sedangkan juara harapan kedua diraih Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP.
Lomba memasak ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kota Lhokseumawe. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan tersebut mempertemukan kreativitas, kekompakan, pelestarian kuliner khas Aceh, sekaligus memperkuat silaturahmi antarinsan pendidikan.
K3S Muara Satu pun sukses membawa pulang predikat juara pertama, membuktikan bahwa para pendidik tak hanya piawai di ruang kelas dan lingkungan sekolah, tetapi juga mampu “turun ke dapur” dengan kreativitas dan kekompakan.(asp)


