Ini Kata Kejaksaan Lhokseumawe Terkait Dugaan Mark Up Alat Olahraga pada Disporapar

Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Benny Daniel Parlaungan, SH.,MH.

ASPOST.ID- Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe saat ini sedang menangani kasus dugaan mark up kelengkapan alat olahraga pengadaan Disporapar setempat untuk kontingen Popda Lhokseumawe menuju ke Popda Aceh di Aceh Barat.

Sementara Popda Aceh sendiri sedang berlangsung di Kabupaten Aceh Barat sejak 20-26 Juni 2022.

“Jadi kami menelusuri tentang dugaan mark up kelengkapan alat olahraga itu berdasarkan pemberitaan media pada edisi Senin 6 Juni 2022,”ucap Kepala Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Dr. Mukhlis, SH.,MH, melalui Kasi Intelijen, Benny Daniel Parlaungan, SH.,MH, Jum’at (24/6).

Ia mengatakan, berdasarkan pemberitaan media tersebut Kajari Lhokseumawe pada 7 Juni atau satu hari setelah itu langsung menerbitkan surat perintah tugas, agar pihaknya melakukan pengumpulan data dan full paket ke Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Lhokseumawe.

“Ini sangat menarik karena ini merupakan untuk Popda yang diikuti oleh para pelajar yang membawa nama harum Lhokseumawe ke Popda Aceh ke Aceh Barat. Pada intinya, kami reaktif menindaklanjuti pemberitaan di media,”katanya.

Disebutkan, ketika surat perintah tugas diterbitkan pada 7 Juni 2022 dan berlaku untuk 7 hari kerja sejak dikeluarkan, lalu pada Rabu 8 Juni pihaknya langsung mendatangi datang ke Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Lhokseumawe.

“Kebetulan tetangga dengan kantor kami dan tidak terlalu jauh, yang berada di kawasan Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe, kami bertemu dengan Juliani sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) serta Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Ramli. Kami melakukan wawancara sedikit tentang kegiatan pengadaan alat olahraga itu dan kami meminta foto copy dokumen dan sedang dipersiapkan,”ungkapnya.

Namun, lanjut dia, pada Kamis 9 Juni 2022 pihaknya mendapatkan informasi jika anak daripada Ibu Juliani PPK meninggal dunia. “Kami juga turut berduka dalam hal itu, lalu saya perintahkan kepada teman-teman dibidang intelijen untuk sementara stok dulu pengumpulan data pada paket itu, dan 7 hari masa duka yang berakhir pada 17 Juni lalu. Setelah itu kami mulai lagi kumpulkan full data dan full paket terhadap pengadaan kelengkapan olahraga untuk kontingen Popda Lhokseumawe. Ini sudah kami perpanjang karena takut tidak sesuai dalam administrasi dan SOP,”jelasnya, seperti dilansir harianrakyataceh.

Selain itu, ia menambahkan, yang diperlu diketahui pada intinya kami tidak mandet dan tidak stop, tapi itulah alasannya yakni alasan kemanusian, karena meninggalnya anak dari ibu Juliani selaku PPK pada Disporapar Lhokseumawe.

“Kami tetap pada penegakan hukum dan kami ucapan terima kasih kepada teman-teman media yang telah memberitakan terkait dugaan mark up kelengkapan alat olahraga untuk kontingen Popda Lhokseumawe,”ucapnya. (rakyataceh/aspost)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here