Inspektorat Belum Audit Rumah Bantuan Baitul Mal Aceh Utara

“Kejari Tetapkan Lima Tersangka”

ASPOST.ID- Kepala Inspektorat Aceh Utara, Andria Zulfa, SE, M.Si, Ph.D melalui sekertarisnya Fakhmy Basyir menyampaikan pihaknya belum melakukan audit secara internal terhadap pekerjaan rumah bantuan fakir miskin dari Baitul Mal Aceh Utara.

“Pekerjaan itu kan belum dilakukan audit secara internal, karena pekerjaannya masih tahun 2021. BPK juga baru pulang turun kemarin, apakah itu menjadi titik sampling mereka (BPK) kita belum tau,”ucap Fakhmy Basyir dikonfirmasi Rakyat Aceh, Kamis (4/8).

Ia mengatakan, terkait kasus di Baitul Mal Aceh Utara baru diketahui oleh pihaknya saat heboh di media. “Kami baru tau ketika Tim Kejaksaan Negeri Lhoksukon melakukan penggeledahan kantor Baitul Mal Aceh Utara,”katanya.

Tak lama kemudian, pihak Kejaksaan Negeri Lhoksukon juga meminta kepada Inspektorat
untuk melakukan Penghitungan Kerugian Negara (PKN) atas pembangunan 251 unit rumah bantuan fakir miskin dari Baitul Mal Aceh Utara dengan anggaran Rp 11,2 miliar tahun 2021.

“Sesuai permintaan dari Kejaksaan, kita membentuk tim audit Penghitungan Kerugian Negara (PKN) berjumlah empat orang. Rencananya, Senin depan kita berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Lhoksukon terhadap apa-apa yang menjadi fokusnya,”terang Fakhmy Basyir.

Disebutkan, empat orang tim penghitungan kerugian negara merupakan auditor bersertifikasi sesuai jenjang jabatan auditor.

“Sebagian dari tim sudah pernah beberapa kali menjadi tim Perhitungan Kerugian Negara.
Khusus untuk audit penghitungan kerugian negara ada tim harus diperbantukan oleh orang luar yang ditunjuk oleh aparat penegak hukum,”ungkapnya.

Misalnya, untuk kontruksi ada tim ahli yang menghitungnya. “Tergantung didalamnya dan ini kan kita belum tau sehingga perlu orang teknis atau tim ahli,”ucapnya.

Dikatakannya, tim ini bersifat independen dan apapun hasilnya nanti akan disampaikan kepada Kejaksaan Negeri Lhoksukon.

Sementara itu, informasi yang diterima Rakyat Aceh, 251 unit rumah bantuan Baitul Mal Aceh Utara tahun anggaran 2021, untuk pembangunannya hingga saat ini yang sudah selesai 100 persen sebanyak 136 unit, 98 persen ada 84 unit, 95 persen ada 7 unit, 90 persen ada 10 unit,85 persen selesai 6 unit, 80 persen ada 3 unit dan selesai 65 hingga 60 persen masing-masing 1 unit.

Namun, untuk rumah yang belum selesai 100 persen, masih terus dipacu pembangunan dilapangan sampai tuntas. Sedangkan anggaran pembangunan rumah tersebut, sebesar Rp 45 juta per unit dengan jumlah 251 unit rumah dan total anggaran tahun 2021 mencapai Rp 11,2 miliar.

Diberitakan sebelumnya, Tim Jaksa Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara, menetapkan 5 tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi pembangunan rumah senif fakir miskin pada Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara Tahun Anggaran 2021.

Kepala Kejaksaan Negeri Aceh Utara Dr. Diah Ayu H.L Akbari, S.H. M.Hum melalui Kasi Intel Arif Kadarman, S.H dalam keterangan tertulis kepada awak media menyampaikan, kelima orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat korupsi dalam proses pembangunan rumah
senif fakir miskin pada Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara.

Masing-masing, berinisial YI (43) selaku Kepala Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara merangkap Pengarah Tim Pelaksana, Z (39) selaku Koordinator Tim Pelaksana, ZF (46) selaku Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Utara / Kuasa Pengguna Anggaran, merangkap Pengarah Tim Perencana. Kemudian, M (49) selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan RS (36) selaku Ketua Tim Pelaksana. (rakyataceh/asp).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here