ASPOST.ID-Kontestasi Pemilihan Keuchik Gampong Uteunkot, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, menghadirkan pendekatan berbeda dari salah seorang kandidat, Jalaluddin, calon Keuchik nomor urut 5.
Di tengah dinamika pemilihan yang biasanya diwarnai pembentukan tim pemenangan, Jalaluddin memilih untuk tidak membentuk tim sukses. Keputusan tersebut diambil sebagai komitmen untuk menjaga persatuan, ukhuwah, dan keharmonisan masyarakat Gampong Uteunkot.
Menurut Jalaluddin, pembentukan kelompok-kelompok pendukung dalam kontestasi politik di tingkat gampong berpotensi menimbulkan perpecahan serta membuat masyarakat terkotak-kotak berdasarkan pilihan politik.
Ia menilai, pesta demokrasi di tingkat gampong seharusnya menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan pilihan dengan hati nurani, tanpa harus mengorbankan persaudaraan antarwarga.
Selain itu, Jalaluddin juga ingin memastikan bahwa pengelolaan dan pembangunan gampong ke depan tidak dikuasai oleh kelompok tertentu.
“Biarlah masyarakat menjadi pihak yang berdaulat di gampong. Keuchik adalah pemimpin yang harus hadir bersama masyarakat, berjuang bersama, mengelola, merawat dan menjaga gampong demi perubahan yang lebih baik,” ujarnya kepada aspost.id, Kamis (3/9).
Bagi Jalaluddin, seorang Keuchik bukanlah pemimpin yang berdiri di atas kelompok tertentu, melainkan pelayan masyarakat yang harus mampu merangkul seluruh warga tanpa membedakan pilihan politik.
Ia membawa semangat pembangunan Gampong Uteunkot yang maju dan masyarakat yang semakin makmur melalui kebersamaan serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Insya Allah, maju gampongnya, makmur warganya. Bersama kita berkhidmat untuk gampong,” katanya.
Jalaluddin juga menegaskan komitmennya untuk mengedepankan kerja nyata dibandingkan sekadar janji dalam kontestasi pemilihan Keuchik.
“Kon janji yang tameukat, tapi bukti yang ta intat,” demikian semangat yang diusungnya.
Di akhir pesannya, calon Keuchik nomor urut 5 tersebut mengajak seluruh masyarakat Gampong Uteunkot untuk tetap menjaga ukhuwah dan persatuan, meskipun memiliki pilihan yang berbeda dalam pesta demokrasi.
“Pilihan boleh berbeda, tetapi persaudaraan jangan sampai terpecah. Mari kita ikuti Pemilihan Keuchik ini dengan riang gembira, aman, damai dan bahagia,” pungkasnya.
Pilihan Boleh Berbeda, Uteunkot Tetap Bersaudara
Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, Jalaluddin berharap Pemilihan Keuchik Gampong Uteunkot menjadi pesta demokrasi yang bermartabat serta melahirkan pemimpin yang benar-benar mampu membawa perubahan bagi seluruh masyarakat. (asp)


