ASPOST.ID- Komitmen memperkuat ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui Panen Raya Jagung Kuartal IV Tahun 2026 yang digelar di lahan Hak Guna Usaha milik PT Satya Agung, Desa Meunasah Dayah SPK, Kecamatan Simpang Keuramat, Aceh Utara pada Sabtu (21/1/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr Ahzan ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam mendukung program swasembada jagung yang dicanangkan pemerintah pusat. Selain jajaran kepolisian, hadir pula perwakilan BPS Aceh Utara dan Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara sebagai bagian dari penguatan sinergi data, produksi, dan distribusi hasil pertanian.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, menegaskan bahwa panen di lahan seluas lima hektar ini bukan sekadar agenda simbolik, melainkan bagian dari langkah strategis mendukung program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
“Dari lima hektar lahan ini, kita menargetkan produksi sekitar tiga ton. Ini kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas jagung,” ujarnya.
Ia menambahkan, lokasi tersebut telah memasuki panen keempat dalam siklus program yang berjalan sepanjang tahun. Untuk Kuartal I 2026, lahan telah dipersiapkan dan tinggal menunggu jadwal tanam serentak. Hasil panen selanjutnya akan diarahkan untuk diserap Perum Bulog guna mengejar target akumulasi 60 ton jagung dalam empat kuartal.
Menurutnya, capaian produksi sejauh ini hampir menyentuh target. Kendala cuaca dan bencana di beberapa titik lahan sebelumnya menjadi faktor yang memengaruhi produktivitas, namun optimisme tetap terjaga dengan perbaikan pola tanam dan pengelolaan lahan.
Manajemen PT Satya Agung menyampaikan bahwa kualitas panen kali ini menunjukkan tren positif. Ukuran tongkol yang lebih seragam dan bobot yang meningkat menjadi indikator perbaikan teknik budidaya. Perusahaan pun berkomitmen melakukan evaluasi berkelanjutan agar produktivitas per hektare dapat ditingkatkan hingga menyentuh tiga ton.
Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Utara menilai kolaborasi antara kepolisian, pelaku usaha, dan pemerintah daerah sebagai model kemitraan yang efektif dalam mengoptimalkan lahan produktif. Penyuluh pertanian di tingkat kecamatan terus didorong untuk menggerakkan petani memanfaatkan lahan tidur agar berkontribusi terhadap pasokan jagung daerah.
Panen raya ini memperlihatkan bahwa upaya membangun kemandirian pangan tidak hanya bergantung pada sektor pertanian semata, tetapi juga pada soliditas lintas institusi. Di tengah tantangan iklim dan dinamika produksi, kolaborasi yang terstruktur menjadi kunci menjaga stabilitas pasokan dan memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional.(asp)

