ASPOST.ID- Kapolsek Muara Dua, Ipda Roni, SH ikut doa bersama dan melepas pawai Haul Tarbiyah Islamiah Mazhab Syafi’i ke 10 serta Haul wafatnya Imam Syafi’i ke 1240 Hijriah di Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Selasa (14/2/2023).
Selain Kapolsek, turut hadir Danposramil muara Dua diwakili Babhinsa, Serda Jhoni, Pimpinan Dayah Tarbiyah Islamiyah, Tgk Fauzi, perwakilan Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe, Bhabinkamtibmas, Aipda Solka Prijon serta seluruh santri dayah Tarbiyah Islamiah Mazhab Syafi’i.
“Usai doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pawai keliling dengan rute star dari dayah kemudian menuju ke Simpang Pelabuhan Krueng Geukueh dan kembali ke Kota Lhokseumawe melalui jalur Los Kala dan sampai ke dayah,”kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, SIK melalui Kapolsek Muara Dua, dalam keterangannya kepada aspost.id.
Sementara itu, Pimpinan Tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i, Tgk Ahmad as Saidi menyampaikan
pawai akbar jamaah Tarbiyah, dimulai dari Pendopo Tarbiyah Islamiyah. Kemudian berkeliling kota Lhokseumawe yang diikuti oleh ratusan jamaah serta unsur pemerintah dan juga TNI/Polri.
Dengan membawa bendera tarbiyah yang berlambang Mesjidil Haram dan Mesjid Nabawi sebagai lambang persatuan umat Islam sedunia.
Ia mengatakan, tujuan kegiatan ini untuk membina moral rakyat, dari akhlak yang tidak terpuji kepada akhlak yang terpuji. Dimana, Tarbiyah Islamiyah itu adalah peninggalan Sultan Malikussaleh, Syiah Kuala, Tuanku Raja Keumala dan Abu Hasan Krueng Kale serta murid-muridnya.
“Yang perlu diketahui bahwa Tarbiyah Islamiyah bukanlah suatu organisasi ataupun parpol, akan tetapi Tarbiyah Islamiyah merupakan suatu acuan peniggalan Sultan Malikulsaleh yang akan diserahkan kepada pemerintah untuk dijalankan acuan tersebut. Kemudian ikut membantu pemerintah dalam memperbaiki moral dan akhlak rakyat melalui pengajian rakyat – tarbiyah Islamiyah Mazhab Syafi’i,”ucapnya.(asp)
