ASPOST.ID- Pengabdian kepada masyarakat bukan lagi sekadar memenuhi kewajiban akademik. Bagi 11 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata–Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Malikussaleh Kelompok 37, momentum ini menjadi langkah nyata untuk menghadirkan perubahan di tingkat gampong lewat penguatan ekonomi masyarakat dan pengembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Komitmen tersebut resmi dimulai setelah mahasiswa KKN-PPM Kelompok 37 diserahkan kepada Pemerintah Gampong Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, pada Sabtu (1/8/2026). Prosesi berlangsung di Kantor Keuchik Gampong Saweuk dan dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Muhammad Fazil, S.Ag., M.Soc.Sc., bersama Keuchik Gampong Saweuk, Anwar, sebagai tanda dimulainya pengabdian selama satu bulan, mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.
Mengusung tema “Pemberdayaan Ekonomi dan UMKM Gampong Menuju Masyarakat Sejahtera”, Kelompok 37 yang terdiri atas mahasiswa lintas disiplin ilmu akan mengimplementasikan berbagai program yang disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat serta potensi ekonomi yang dimiliki Gampong Saweuk.
Program tersebut tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat melalui pendampingan, pemberdayaan pelaku UMKM, pengembangan potensi lokal, hingga mendorong lahirnya inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Keuchik Gampong Saweuk, Anwar, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa Universitas Malikussaleh di gampongnya. Ia berharap para peserta KKN mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, berkolaborasi bersama perangkat gampong, serta menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi kemajuan gampong.
“Mahasiswa diharapkan mampu beradaptasi dengan lingkungan, menghormati nilai-nilai sosial yang hidup di tengah masyarakat, serta menjadi bagian dari solusi dalam mendukung pembangunan gampong,” ujarnya.
Ketua Kelompok 37 KKN-PPM Universitas Malikussaleh, Abdul Mansur Hasibuan, mengajak seluruh anggota menjadikan KKN sebagai ruang implementasi ilmu pengetahuan sekaligus pengabdian yang sesungguhnya kepada masyarakat.
Menurutnya, semangat Tridharma Perguruan Tinggi harus diwujudkan melalui kerja nyata, inovasi, dan kolaborasi dengan masyarakat agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat serta meninggalkan dampak positif setelah masa KKN berakhir.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Muhammad Fazil, S.Ag., M.Soc.Sc., mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik Universitas Malikussaleh selama berada di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya menghormati adat istiadat, menjunjung tinggi etika, serta melaksanakan setiap program dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.
Ia berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas akademik tahunan, tetapi mampu membangun sinergi yang kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa berbasis potensi lokal.
Melalui KKN-PPM Tahun 2026, Kelompok 37 menargetkan lahirnya kolaborasi yang produktif antara kampus dan masyarakat. Dengan mengoptimalkan potensi ekonomi desa serta memperkuat daya saing UMKM lokal, mahasiswa berharap Gampong Saweuk dapat terus berkembang menjadi desa yang lebih mandiri, inovatif, dan sejahtera.
KKN bukan sekadar menjalankan program selama sebulan, tetapi menjadi ruang lahirnya gagasan, kolaborasi, dan pengabdian yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat gampong di Aceh Utara.(asp)


