ASPOST.ID- Ketegangan melibatkan aparat TNI dan warga di Aceh Utara kembali terjadi, kali ini saat warga menggelar aksi damai untuk mengantar bantuan kepada korban banjir ke Aceh Tamiang sekaligus mengibarkan bendera Aceh. Insiden ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk Ketua KNPI Aceh Utara, Muhammad Rizal, yang mengecam keras tindakan aparat yang dinilai melanggar hak asasi manusia.
Rizal, yang juga merupakan Anggota DPRK Aceh Utara, menyampaikan keprihatinannya atas tindakan represif yang dilakukan oleh aparat TNI. “Ini adalah tindakan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan, terutama di tengah bencana banjir yang mengakibatkan banyak kerusakan di Aceh. Masyarakat kami justru berupaya membantu sesama, bukan menambah kerusuhan,” ujarnya dengan nada penuh kekecewaan.
Ketua KNPI Aceh Utara ini juga menegaskan bahwa aksi damai tersebut bertujuan untuk menunjukkan solidaritas kepada korban banjir, bukan untuk memicu konflik. Rizal pun menyerukan agar Panglima TNI segera mengevaluasi perilaku Komandan Korem (Danrem) 011 Lilawangsa yang dinilai terlalu provokatif dalam menghadapi situasi tersebut.
“Pendekatan militer yang terlalu keras, terutama di daerah bekas konflik, berpotensi memperburuk ketegangan. Kami meminta Panglima TNI untuk mengambil tindakan tegas terhadap Danrem 011 Lilawangsa yang tidak menunjukkan pendekatan yang bijaksana,” tegas Rizal, dalam keterangannya kepada aspost.id, Sabtu (27/12).
Insiden ini semakin memperpanjang daftar ketegangan yang terjadi di Aceh Utara, sebuah wilayah yang masih dalam proses pemulihan pasca-konflik. Kini, peristiwa ini menjadi sorotan publik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Warga Aceh berharap agar penanganan bencana dilakukan dengan mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dan kebijaksanaan, demi mencegah eskalasi lebih lanjut di wilayah yang sudah cukup rentan ini. (asp)
