ASPOST.ID-Korps HMI-Wati (KOHATI) HMI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara mendesak Pemerintah Provinsi Aceh bersama pemerintah kabupaten/kota untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap sistem pengawasan di seluruh tempat penitipan anak (daycare), khususnya terkait fungsi dan kualitas kamera pengawas (CCTV).
Desakan ini mencuat seiring meningkatnya perhatian publik terhadap sejumlah kasus dugaan kekerasan terhadap anak di daycare, baik di tingkat nasional maupun daerah. Beberapa kasus yang menjadi sorotan di antaranya terjadi di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, serta Day Care Khalifah di Aceh. Peristiwa tersebut dinilai menjadi sinyal peringatan serius atas lemahnya sistem pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan penitipan.
Ketua KOHATI HMI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara, Salwa, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh abai terhadap isu ini dan harus segera mengambil langkah konkret.
“Kasus kekerasan terhadap anak di daycare harus menjadi alarm bagi semua pihak. Pemerintah daerah perlu memperketat pengawasan, termasuk memastikan seluruh CCTV berfungsi optimal dan dapat diakses untuk kepentingan pengawasan,” ujarnya dalam keterangan resmi, kepada aspost.id, pada Kamis (30/4).
Menurutnya, keberadaan CCTV tidak boleh sekadar menjadi pelengkap administratif, tetapi harus berfungsi sebagai instrumen pengawasan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, pemeriksaan berkala terhadap perangkat serta sistem penyimpanan rekaman menjadi hal yang krusial.
Lebih lanjut, KOHATI juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) daycare, mencakup proses rekrutmen tenaga pengasuh, peningkatan kapasitas melalui pelatihan, hingga kelayakan sarana dan prasarana.
“Kami meminta pemerintah tidak menunggu jatuhnya korban berikutnya. Inspeksi harus dilakukan segera dan menyeluruh, termasuk memastikan sistem pengawasan berjalan dengan baik,” tegas Salwa.
Selain itu, KOHATI turut mendorong penguatan regulasi terkait kewajiban pemasangan CCTV di daycare, serta membuka ruang pengawasan terbatas bagi orang tua guna meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap perlindungan anak, KOHATI HMI Cabang Lhokseumawe–Aceh Utara menyatakan akan terus mengawal isu ini dan mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada keselamatan serta tumbuh kembang anak di Aceh. (asp)


