ASPOST.ID- Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Samudera Pase bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kabupaten Aceh Utara terus menunjukkan kehadiran nyata di tengah masyarakat terdampak banjir bandang yang melanda puluhan kecamatan di wilayah Bumi Malikussaleh.
Sejak masa tanggap darurat hingga pascabencana, jajaran KPA dan Partai Aceh yang dipimpin tokoh Aceh, H. Muzakir Manaf atau akrab disapa Mualem, aktif turun ke lapangan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk tidak meninggalkan rakyat dalam situasi krisis.
Banjir bandang yang melanda Aceh Utara kali ini disebut sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah daerah tersebut, bahkan melampaui dampak banjir besar pascatsunami Aceh 2004. Peristiwa ini menjadi peringatan serius atas tingginya kerentanan wilayah pesisir dan pedalaman Aceh Utara terhadap bencana alam, sekaligus menegaskan urgensi mitigasi risiko bencana dan penataan lingkungan secara berkelanjutan.
Pada Kamis (18/12), Ketua DPRK Aceh Utara Arafat Ali bersama Ketua Komisi I DPRK Aceh Utara Tajuddin, Panglima Daerah II Ayahmud, KPA Sagoe Tgk. Chik di Buloh, serta didampingi jajaran KPA Daerah Samudera Pase, menyalurkan bantuan sembako kepada warga korban banjir bandang di Dusun Ujong Pusong, Gampong Lancang Barat, Kecamatan Dewantara.
Bantuan diserahkan langsung di lokasi pengungsian yang berpusat di meunasah dusun, tempat warga sementara berlindung setelah rumah mereka rusak berat akibat terjangan banjir bandang. Dusun Ujong Pusong diketahui berada di kawasan rawan bencana karena berbatasan langsung dengan pesisir pantai dan muara Sungai Krueng Ajo Bungkaih.
Dalam peninjauan tersebut, rombongan DPRK Aceh Utara melihat langsung kondisi pengungsi yang tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga sumber penghidupan. Mayoritas warga setempat menggantungkan hidup pada sektor pesisir dan perikanan yang kini lumpuh akibat bencana.
Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali, menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian sekaligus tanggung jawab moral terhadap masyarakat terdampak. Ia juga menekankan pentingnya penanganan jangka panjang, termasuk rehabilitasi permukiman, perlindungan kawasan pesisir, serta pemulihan ekonomi masyarakat.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat tidak sendirian menghadapi musibah ini. Selain bantuan darurat, diperlukan perhatian serius dan langkah berkelanjutan agar kehidupan warga dapat segera pulih,” ujar Arafat Ali, dikonfirmasi aspost.id, pada Kamis (18/12). (asp)
