ASPOST.ID – Rapat Paripurna Istimewa pelantikan penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Mayjen Purn Achmad Marzuki, baru saja selesai dilaksanakan. Pelantikan dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh, Rabu (6/7).
Ditunjuknya sosok jendral bintang dua ini untuk mengisi kekosongan Jabatan Gubernur di Provinsi yang dijuluki Serambi Mekkah, juga turut ditanggapi Eka Juanda Lubis, Sekda LIRA Aceh Tenggara.
Menurut Eka Juanda, Provinsi Aceh yang masih dirundung seputar Isu kemiskinan, korupsi dan bekas daerah konflik bersenjata, hingga kini masih melekat pada provinsi paling barat tersebut.
Ketiga Isu itu selalu menjadi perdebatan elit politik hingga masyarakat umum di Aceh. Namun tidak pernah tuntas bahkan telah menjadi stigma melekat, hilang dan muncul kembali pada waktu – waktu tertentu. Demikian dia menaruh harapan besar pada pemimpin baru untuk menyelesaikannya.
” Dampak dari isu ini sendiri sangat besar, para investor kabarnya sungkan masuk ke Aceh karena ketakutan. Padahal keistimewaan kita Aceh dengan Otonomi Khusus. Para pejabat kita bisa langsung menarik Investor luar negeri untuk berinvestasi di Aceh,”kata Eka Juanda Lubis.
Kendati secara pribadi Eka Juanda percaya kepada pada tokoh Militer, dalam membangun Indonesia yang bermartabat. Namun Bagaimana dengan Aceh yang memiliki histori panjang?
Pun demikian apa pun keputusan yang diambil oleh Pemerintah Pusat, dirinya menganggap itu yang terbaik untuk Aceh.
“Mari kita bersama – sama menjadi saksi kepemimpinan Mayjend Purn Achmad Marzuki. Apakah Aceh makin maju atau makin mundur di tangan pemimpin yang di tunjuk oleh Pusat atau Aceh hanya bisa lebih baik di tangan Putra/i Aceh itu sendiri,”ucapnya.
Selain itu, ia juga mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan Mayor Jendral (Purn) Achmad Marzuki menjadi Pj Gubernur Aceh.
“Semoga amanah dan bisa membawa rakyat jauh dari garis kemiskinan minimal satu tahun kedepan dan maksimal dua tahun kedepan. Sekali lagi kami ucapkan selamat memimpin Aceh Jendral,”(nv/asp)

