
ASPOST.ID- Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Kuta Pase melakukan kunjungan silaturahmi ke Polres Lhokseumawe, pada Senin (15/8) sekira pukul 10.00 WIB. Kunjungan itu, sekaligus dalam momentum Milad MoU Helsinki RI-GAM ke 17.
Kehadiran Ketua KPA Wilayah Kuta Pase Mukhtar Hanafiah akrab disapa Ableh Kandang bersama Ketua DPW Partai Aceh (PA) Lhokseumawe Husaini POM, petinggi KPA/PA lainnya, seperti Pang Ben, M. Yasir, Jurubicara KPA Halim Abee dan lainnya disambut langsung oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Henki Ismanto dan Wakapolres Kompol Dedy Darwinsyah, S.H.,M.M, Kasat Intelkam dan Humas Polres setempat.
Pertemuan silaturahmi itu berlangsung penuh keakraban dan ngopi bareng di ruang kerja Kapolres Lhokseumawe.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Henki Ismanto, SIK mengapresiasi mantan kombatan GAM yang telah merawat perdamaian Aceh hingga saat ini sudah berusia 17 tahun.
Dalam pertemuan ini, pihak KPA/PA Kuta Pase menyerahkan bundel yang berisi selembar bendera Bulan Bintang, bundel UUPA, butir – butir MoU Helsinki RI-GAM dan Qanun Nomor 3 Tahun 2013 tentang lambang dan bendera Aceh kepada Kapolres Lhokseumawe.
Pada kesempatan tersebut, AKBP Henki Ismanto mengucapkan terima kasih atas komunikasi yang baik antara Kepolisian dengan KPA, sehingga perayaan damai Aceh ke 17 tahun dilakukan dengan cara bermartabat serta tidak ada lagi benturan di lapangan antara aparat dan mantan kombatan GAM.
“Ini momentum yang luar biasa. Saya selaku Kapolres menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang luar biasa kepada kawan-kawan dari KPA, ini terobosan yang luar biasa, pola lama harus kita tinggalkan menuju ke arah yang lebih baik. Hal ini perlu dipertahankan dalam menjaga keutuhan, kebersamaan untuk sama-sama kita menjaga membawa Aceh kedepan yang lebih baik, kita menerima aspirasi rekan-rekan untuk disampaikan ke tingkat provinsi,”ucap Kapolres.
Ia juga menambahkan, semua pihak menginginkan Aceh lebih baik dan bermartabat. “Kita semua bersaudara, kita harapkan Aceh lebih makmur ke depannya.
Sebelumnya, Jubir KPA Kuta Pase, Halim Abe memberi apresiasi kepada Kapolres Lhokseumawe atas penyambutan pihaknya yang begitu luar biasa. Melalui momen ini, pihaknya mencoba membangun komunikasi dan hubungan silaturahmi dengan Kepolisian, sehingga tidak terjadi lagi benturan di lapangan.
Kata dia, permasalahan damai di Aceh menjadi tanggung jawab bersama, bagaimana menyelesaikannya secara menyeluruh. Bukan hanya masalah bendera, tapi permasalahan yang telah menjadi kesepakatan di Helsinki.
“Tujuannya kedatangan kami adalah untuk penyelesaian permasalahan Aceh secara bermartabat, mengimplementasikan apa yang telah menjadi komitmen bersama dan ini landasan yang bagus menuju arah yang lebih baik demi kemaslahatan kita bersama,”ucap Halim Abe.
Kemudian, jajaran KPA/PA Lhokseumawe melanjutkan kegiatan yang sama ke kantor Walikota Lhokseumawe. Disana, para petinggi KPA/PA menjumpai Pj Walikota Lhokseumawe Dr Imran yang merupakan putra terbaik Lhokseumawe yang sudah lama berkarir di Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Namun, sayangnya saat berlangsung pertemuan itu tidak diizinkan awak media untuk meliput. Kemudian, saat penyerahan bundel oleh Ketua KPA Ableh Kandang kepada Pj Walikota Dr Imran, baru diizinkan wartawan masuk untuk mengambil gambar video, tapi satu wartawan televisi lokal yang sudah berada di luar ruang pertemuan. (asp)