ASPOST.ID- Pemerintah Kota Lhokseumawe mempercepat langkah penanganan pengungsi etnis Rohingya melalui rencana relokasi ke hunian terpadu yang lebih layak dan manusiawi. Upaya ini diperkuat melalui koordinasi intensif dengan pihak International Organization for Migration (IOM) guna memastikan proses berjalan efektif dan sesuai standar kemanusiaan internasional.

Koordinasi tersebut ditandai dengan kunjungan Plt Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Kota Lhokseumawe, Mirdha Ihsan, S.STP., kepada Project Officer IOM, pada Kamis (30/4) yang sedang melakukan pembangunan shelter Rohingya.

Pertemuan ini membahas secara komprehensif persiapan relokasi pengungsi yang saat ini masih berada di eks Kantor Imigrasi Punteuet.

Dalam pembahasan tersebut, sejumlah aspek teknis dan strategis menjadi fokus utama, mulai dari kesiapan lokasi relokasi, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, hingga mekanisme pendampingan pasca-relokasi.

Pemerintah Kota menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh tahapan berjalan tertib, aman, serta tetap mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan.

Sebanyak 92 pengungsi Rohingya direncanakan akan dipindahkan ke lokasi baru pada pertengahan Mei 2026, seiring dengan kesiapan fasilitas hunian terpadu yang tengah dipersiapkan.

Pimpinan Dayah Zurriyatul Qurani Al-Ma’arif (ZQA), Gampong Masjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Tgk. Sulaiman Lhok Weng, menyampaikan, yayasan yang dipimpinnya telah meminjamkan lahan kosong seluas sekitar dua hektar secara cuma-cuma untuk pembangunan shelter. Lahan tersebut dinilai strategis dan memadai untuk mendukung kebutuhan pengungsi secara jangka menengah.

Langkah kolaboratif antara pemerintah daerah, lembaga internasional, dan masyarakat ini diharapkan mampu menghadirkan solusi penanganan pengungsi yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada perlindungan hak asasi manusia.(asp)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version