ASPOST.ID- Dua mahasiswa Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) membuat kejutan di panggung kompetisi vokasi nasional. Tampil di ajang National Welding Competition (NWC) 2026 di Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), keduanya sukses membawa pulang dua gelar Juara I sekaligus.

Prestasi membanggakan itu diraih Dicka Ipansyah dan Irfan Akbar, mahasiswa Jurusan Teknik Mesin (JTM), Program Studi Teknologi Rekayasa Pengelasan dan Fabrikasi (TRPF) PNL.

Dicka tampil sebagai juara pada Level Competent Kategori SMAW Pipe 6G. Sementara Irfan Akbar berhasil menjadi yang terbaik pada Level Advance Kategori SMAW Plate 3G.

Kompetisi yang berlangsung pada 13–17 Juli 2026 tersebut mempertemukan mahasiswa vokasi terbaik dari berbagai politeknik di Indonesia. Para peserta diuji melalui kemampuan teknis, ketelitian, konsistensi, efisiensi kerja, serta penerapan standar pengelasan sesuai kebutuhan industri.

Keberhasilan dua mahasiswa PNL itu tidak diraih secara instan. Persiapan dan pembinaan dilakukan secara intensif di bawah pendampingan H. Adi Saputra Ismy, S.T., M.T., yang mendampingi mahasiswa sejak tahap latihan hingga kompetisi berlangsung.

Direktur PNL Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng. menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut.

Menurutnya, raihan dua gelar Juara I sekaligus menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa PNL memiliki kompetensi teknis dan daya saing untuk berkompetisi di level nasional.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi seluruh sivitas akademika PNL. Keberhasilan Dicka dan Irfan membuktikan bahwa mahasiswa vokasi PNL mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.

Ketua Jurusan Teknik Mesin PNL Dr. (C). Hamdani, S.ST., M.T. menilai capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi antara proses pembelajaran, praktik laboratorium, fasilitas pendukung, serta pembinaan kompetisi yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri,” katanya.

Sementara itu, dosen pendamping H. Adi Saputra Ismy, S.T., M.T. mengatakan, keberhasilan Dicka dan Irfan merupakan buah dari latihan yang konsisten, kedisiplinan, penguasaan teknik, dan mental bertanding.

Keduanya, kata dia, mampu menunjukkan ketelitian dan konsistensi kualitas hasil pengelasan dalam menghadapi persaingan ketat dengan peserta dari berbagai politeknik terbaik di Indonesia.

Raihan dua gelar Juara I dalam satu ajang nasional tersebut semakin menegaskan kiprah PNL sebagai perguruan tinggi vokasi yang konsisten mencetak mahasiswa berkompetensi dan siap menghadapi dunia industri.

Bagi PNL, prestasi tersebut bukan sekadar trofi. Lebih dari itu, kemenangan di NWC 2026 menjadi bukti bahwa talenta vokasi dari Aceh mampu tampil, bersaing, dan berdiri di podium tertinggi kompetisi nasional.(*)

Share.
Leave A Reply

Exit mobile version