ASPOST.ID – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memperkenalkan inovasi layanan keuangan bertajuk ATM Aceh Utara Bangkit dalam rangkaian malam pembukaan peringatan 800 tahun Samudera Pasai, Senin malam (7/9/2026).
Peluncuran dilakukan Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayah Wa) melalui kerja sama dengan Bank Aceh. Kehadiran layanan tersebut diproyeksikan tidak hanya memperluas akses transaksi perbankan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah mendorong aktivitas dan perputaran ekonomi di Aceh Utara.
Namun, peluncuran ATM tersebut tidak berhenti pada urusan layanan transaksi. Pernyataan Bupati mengenai kemungkinan memberikan fasilitas umrah gratis bagi guru apabila program tersebut mampu menghasilkan manfaat finansial besar justru menjadi salah satu bagian yang paling menyita perhatian.
“Kalau kita banyak uang, yang pertama gratis umrah. Jadi guru-guru kita nanti, apabila dananya di Bank Aceh Utara Bangkit, bisa pergi umrah gratis,” ujar Bupati dalam sambutannya dihadapan ribuan warga.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati sebagai gambaran mengenai manfaat yang diharapkan dapat muncul apabila konsep Aceh Utara Bangkit berkembang dan memberikan keuntungan serta nilai tambah bagi daerah.
Lebih dari Sekadar Mesin ATM
Konsep ATM Aceh Utara Bangkit diarahkan untuk memberikan kemudahan transaksi kepada masyarakat dengan memanfaatkan jaringan perbankan yang tersedia sesuai ketentuan dan mekanisme layanan.
Bupati juga menyinggung kemudahan transaksi melalui jaringan ATM bank lain. Ia memberikan contoh layanan yang memungkinkan nasabah melakukan transaksi pada jaringan bank lain seperti BSI tanpa biaya administrasi.
Bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, keberadaan ATM tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas perbankan. Program itu diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap berbagai inovasi daerah.
“Bank Aceh Utara Bangkit ini adalah milik kita masyarakat Aceh Utara, bahkan satu-satunya yang ada di kabupaten/kota di Aceh. Baru kita yang memiliki ATM Bank Aceh Utara Bangkit,” tegas Bupati.
Karena itu, masyarakat diminta untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan sekaligus mendukung pengembangan program tersebut agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.
Momentum 800 Tahun Samudera Pasai
Peluncuran ATM Aceh Utara Bangkit sengaja ditempatkan dalam rangkaian peringatan 800 tahun Samudera Pasai, sebuah momentum sejarah yang memiliki arti penting bagi Aceh Utara.
Jika Samudera Pasai pada masa lalu dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan peradaban Islam di kawasan Asia Tenggara, pemerintah daerah kini ingin menjadikan warisan sejarah tersebut sebagai inspirasi untuk membangun inovasi di era modern.
Dari sejarah perdagangan dan aktivitas ekonomi masa lalu, Aceh Utara mencoba menghadirkan gagasan baru melalui penguatan layanan keuangan dan ekonomi masyarakat.
Pesan yang ingin dibangun pun menjadi lebih luas, kejayaan masa lalu tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus menjadi energi untuk menciptakan masa depan.
Dalam kerangka tersebut, “Aceh Utara Bangkit” ditempatkan sebagai semangat untuk menghadirkan berbagai inovasi yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Menanti Dampak Nyata
Tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi tersebut tidak berhenti pada seremoni peluncuran.
Masyarakat tentu akan menunggu sejauh mana ATM Aceh Utara Bangkit mampu memberikan kemudahan transaksi, memperluas akses layanan keuangan, serta menghasilkan dampak ekonomi yang nyata bagi daerah.
Sementara itu, gagasan umrah gratis bagi guru yang disampaikan Bupati menjadi salah satu ilustrasi mengenai manfaat besar yang diharapkan apabila program tersebut mampu berkembang dan menghasilkan manfaat finansial yang signifikan.
Dengan demikian, peluncuran ATM Aceh Utara Bangkit di tengah momentum 800 tahun Samudera Pasai bukan hanya berbicara tentang mesin transaksi perbankan.
Lebih jauh, program tersebut membawa pesan tentang bagaimana Aceh Utara ingin menghubungkan warisan sejarah, inovasi layanan publik, dan agenda kebangkitan ekonomi daerah.
Dari kejayaan Samudera Pasai 800 tahun lalu, pemerintah daerah kini mencoba menatap masa depan dengan semangat yang sama: membangun daerah melalui inovasi yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Sementara itu, hadir dalam acara pembukaan Milad Samudera Pasai, Tim Satgas PRR Aceh Dr.Imran, Istri Gubernur Aceh Ny Marlina Muzakir, Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi Panyang, para unsur Forkopimda, Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Perwakilan Pemerintah Aceh, Ketua MPU Aceh Utara, Abu Manan, Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat Ali bersama pimpinan DPRK lainnya serta para anggota DPRK, Sekda Aceh Utara Dayan Albar, para kepala OPD, Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama Wakil Walikota, Bupati Pidie Sarjani, Perwakilan Pemko Lhokseumawe, Pimpinan Bank Aceh, pimpinan perbankan, pimpinan perguruan tinggi, dan tamu undangan lainnya.
Dari panitia pelaksana langsung dihadiri oleh Ketua Panitia M.Jony, Sekretaris Rahul, Bendahara Muslim serta unsur panitia lainnya.(asp)

