ASPOST.ID- Semarak peringatan Hari Lahir Samudera Pasai, Aceh Utara ke-800 tahun terus bergulir. Kali ini, ribuan warga diperkirakan akan ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang mengangkat kembali permainan tradisional Aceh serta gerak jalan santai.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Stand Piasan Pasai milik Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Aceh Utara. Sejumlah permainan tradisional yang mulai jarang dijumpai di tengah masyarakat kembali diperkenalkan, di antaranya geulayang tunang dan ek geunteut atau yang lebih dikenal dengan permainan egrang.
Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, orang dewasa hingga masyarakat umum. Konsep kegiatan dibuat terbuka dan melibatkan masyarakat secara luas sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali permainan warisan leluhur Aceh.
Kepala Disporaparekraf Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd., mengatakan permainan tersebut memiliki nilai historis dan menjadi bagian dari kenangan masa kecil masyarakat Aceh pada masa lalu.
“Layang tunang dan ek geunteut merupakan permainan yang sering dimainkan anak-anak pada masa lalu, termasuk ketika saya masih seusia mereka. Sekarang kita hadir di arena ini untuk membangkitkan sekaligus menyemarakkan kembali warisan leluhur dan nenek moyang kita,”kata Zulkifli kepada aspost.id, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, seluruh rangkaian perlombaan yang digelar dalam Piasan Pasai tersebut terbuka untuk masyarakat umum tanpa dipungut biaya. Warga yang ingin berpartisipasi cukup datang langsung ke Stand Disporaparekraf di kawasan arena utama.
Tak hanya menawarkan hiburan dan pelestarian budaya, panitia juga menyiapkan sejumlah doorprize menarik dengan total nilai mencapai jutaan rupiah bagi peserta.
“Siapa pun yang ingin ikut, silakan langsung mendaftarkan diri ke stand kami di arena utama. Panitia sudah menyiapkan berbagai doorprize menarik dengan nilai mencapai jutaan rupiah. Ayo segera mendaftarkan diri dan ikut memeriahkan kegiatan ini,” ajak Zulkifli.
Untuk perlombaan geulayang tunang, pendaftaran dibuka pada 6 hingga 8 September. Sementara permainan ek geunteut atau egrang memiliki kuota terbatas, yakni hanya untuk 50 peserta tercepat, yang dijadwalkan berlangsung pada 9 September.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan gerak jalan santai yang dijadwalkan berlangsung pada 13 September. Para peserta akan menempuh rute sepanjang sekitar 2,9 kilometer.
Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan dalam rangkaian peringatan 800 tahun Aceh Utara, tetapi juga menjadi momentum untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda sekaligus menjaga warisan budaya Aceh agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (asp)

