ASPOST.ID- Peringatan 800 tahun Samudera Pasai tidak hanya menjadi momentum mengenang kejayaan sejarah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah kepada masyarakat. Dalam rangkaian Piasan Pasai dan Milad ke-800 Samudera Pasai, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Aceh Utara turut ambil bagian melalui pameran yang berlangsung sejak 7–13 September 2026 di Pelataran Kantor Bupati Aceh Utara.
Kepala DKP Aceh Utara, Syarifuddin, ST, mengatakan keikutsertaan DKP dalam Piasan Pasai tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan berbagai potensi sektor kelautan dan perikanan Aceh Utara kepada masyarakat luas.
“Momentum Milad ke-800 Samudera Pasai menjadi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan potensi kelautan dan perikanan Aceh Utara, sekaligus menghadirkan layanan yang dapat dimanfaatkan langsung oleh para pelaku usaha,” ujar Syarifuddin.
Di stan DKP Aceh Utara, pengunjung dapat melihat berbagai dokumentasi pelaksanaan program dan kegiatan dinas, miniatur kapal nelayan, alat tangkap ikan, hingga komoditas unggulan sektor perikanan budidaya.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah komoditas unggulan perikanan budidaya Aceh Utara, antara lain udang windu dan udang galah yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat pesisir.
Tak hanya menampilkan potensi produksi perikanan, DKP Aceh Utara juga membawa beragam produk olahan hasil perikanan yang diproduksi oleh pelaku UMKM binaan DKP.
Berbagai produk tersebut di antaranya bandeng presto, pepes bandeng, terasi, bakso ikan, kerupuk ikan, serta sejumlah produk olahan lainnya.
Kehadiran produk-produk tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sektor perikanan tidak berhenti pada aktivitas penangkapan dan budidaya, tetapi memiliki peluang besar untuk dikembangkan hingga ke sektor hilirisasi dan pengolahan pangan bernilai tambah.
Bukan Sekadar Pameran, DKP Hadirkan Layanan Publik
Menariknya, stan DKP Aceh Utara tidak hanya menjadi tempat memamerkan potensi perikanan. Selama pelaksanaan pameran, masyarakat juga dapat memperoleh sejumlah layanan yang disediakan secara langsung oleh jajaran DKP.
Layanan tersebut meliputi pembuatan KUSUKA (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan) bagi pelaku usaha sektor kelautan dan perikanan.
Selain itu, DKP juga menyediakan layanan pemeriksaan penyakit ikan dan udang, serta pemeriksaan kualitas air tambak dan kolam.
Layanan tersebut dinilai penting bagi pembudidaya karena kesehatan komoditas dan kualitas lingkungan budidaya menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga produktivitas perikanan.
Melalui keikutsertaan dalam Piasan Pasai, DKP Aceh Utara ingin menjadikan momentum sejarah 800 tahun Samudera Pasai sebagai ruang untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai potensi sektor kelautan dan perikanan yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
Expo tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa semangat kejayaan Samudera Pasai pada masa lalu dapat menjadi inspirasi untuk mendorong penguatan sektor ekonomi masyarakat Aceh Utara pada masa kini, termasuk melalui pengembangan kelautan, perikanan budidaya, pengolahan hasil perikanan, UMKM, serta peningkatan pelayanan kepada pelaku usaha.
Dengan pendekatan tersebut, kehadiran DKP Aceh Utara dalam rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai tidak sekadar memeriahkan kegiatan, tetapi juga menjadi sarana promosi potensi daerah, edukasi masyarakat, sekaligus menghadirkan pelayanan publik secara langsung kepada pelaku usaha kelautan dan perikanan.(asp)


