ASPOST.ID- Kafilah Provinsi Aceh memasang target menembus 10 besar nasional dalam event Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional yang digelar di Provinsi Jawa Tengah. Target tersebut menjadi bagian dari tekad Aceh untuk kembali bersaing di jajaran elite nasional setelah beberapa tahun terakhir belum mampu menembus posisi 10 besar.
Sebanyak 56 peserta, 15 pelatih serta para official telah berada di Kota Semarang untuk mengikuti ajang MTQ Nasional. Para peserta Aceh dijadwalkan mulai turun mengikuti cabang perlombaan sejak hari pertama pelaksanaan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9) malam. Untuk jadwal MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, yang diikuti seluruh provinsi di nusantara berlangsung sejak 12 – 20 September 2026.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, mengatakan seluruh peserta yang telah tiba di Jawa Tengah berada dalam kondisi siap dan telah mempersiapkan diri untuk memberikan penampilan terbaik.
“Seluruh peserta yang telah sampai di sini siap tampil secara maksimal. Kami Pemerintah Aceh mengharapkan doa dari seluruh masyarakat Aceh agar peserta dapat tampil maksimal dan memperoleh hasil terbaik,”ucap Misran.
Menurutnya, keseriusan dan kerja keras yang dilakukan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Aceh menjadi modal penting dalam upaya meningkatkan prestasi Aceh pada MTQ tingkat nasional.
“Kami melihat keseriusan dan kerja keras LPTQ Aceh. Mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik bagi peningkatan prestasi Aceh di tingkat nasional,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian LPTQ Aceh melalui Sekretaris Harian Tgk. Jamaluddin HK menyampaikan bahwa para peserta telah menjalani berbagai persiapan dan kini siap menghadapi kompetisi.
Ia menegaskan, target Aceh pada MTQ Nasional kali ini adalah masuk 10 besar nasional.
“Anak-anak sudah siap tampil. Hari pertama ini peserta Aceh mulai mengikuti perlombaan. Untuk peringkat, kita menargetkan masuk 10 besar,” kata Tgk. Jamaluddin.
Target tersebut bukan sekadar angka. Bagi LPTQ Aceh, capaian 10 besar diharapkan menjadi tanda kebangkitan kembali prestasi Aceh dalam ajang MTQ nasional.
“Karena Aceh sudah lama tidak masuk 10 besar. Pada MTQ sebelumnya kita berada di peringkat 13 dan beberapa tahun sebelumnya bahkan pernah berada di bawah Papua. Karena itu, MTQ Nasional di Jawa Tengah ini kami yakini dapat menjadi titik balik kebangkitan Aceh di pentas nasional,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Aceh memberikan dukungan dan doa kepada para kafilah yang sedang berjuang membawa nama daerah di tingkat nasional.
“Kami mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Aceh. Semoga seluruh peserta diberikan kelancaran, mampu tampil maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik untuk Aceh,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, kafilah Aceh kini dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan target tersebut di panggung nasional. Sepuluh besar menjadi sasaran, sementara kebangkitan prestasi Aceh menjadi misi yang lebih besar. (asp)

