ASPOST.ID- Amerika Serikat memilih memperkuat dukungan kepada Arab Saudi dalam menghadapi kelompok Houthi di Yaman, alih-alih melancarkan serangan militer langsung. Presiden AS Donald Trump disebut telah menawarkan dukungan intelijen serta bantuan dalam menentukan target strategis terkait kelompok yang didukung Iran tersebut.
Informasi itu muncul setelah Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), dilaporkan beberapa kali melakukan komunikasi dengan Trump dalam beberapa hari terakhir. Washington dan Riyadh tengah meningkatkan koordinasi menyusul eskalasi situasi keamanan di Yaman dan kawasan Laut Merah.
Mengutip Al Arabiya, Sabtu (12/9/2026), sejumlah sumber yang memahami pembicaraan tersebut menyebut Trump telah menyampaikan kepada MBS bahwa Amerika Serikat siap memberikan dukungan intelijen dan bantuan penentuan target yang berkaitan dengan Houthi.
Namun, dukungan tersebut tidak serta-merta berarti Washington akan terjun langsung dalam operasi militer. Laporan ABC News, yang mengutip dua pejabat AS, menyebut pemerintahan Trump saat ini belum memiliki rencana untuk melakukan aksi militer langsung terhadap Houthi.
Kebijakan itu masih dapat berubah apabila ancaman terhadap jalur pelayaran internasional di Laut Merah mengalami peningkatan signifikan.
Komandan CENTCOM ke Riyadh
Di tengah meningkatnya koordinasi keamanan kedua negara, Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper, dilaporkan telah tiba di Riyadh.
Cooper diperkirakan akan bertemu dengan sejumlah pejabat senior pemerintahan dan petinggi militer Arab Saudi untuk membahas perkembangan situasi serta penguatan koordinasi keamanan di kawasan.
Kehadiran pejabat tinggi militer AS tersebut menjadi sinyal bahwa Washington tetap memberikan perhatian serius terhadap perkembangan konflik Yaman, khususnya dampaknya terhadap keamanan jalur pelayaran di Laut Merah.
Seorang pejabat senior pemerintahan Trump menegaskan bahwa prioritas utama Washington adalah melindungi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat, termasuk memastikan kebebasan navigasi di Laut Merah.
“Amerika Serikat berfokus untuk melindungi kepentingan keamanan nasional utama kami, seperti menjamin kebebasan navigasi di Laut Merah, sembari memberdayakan mitra-mitra regional kami untuk mengambil peran utama dalam menangani dan menyelesaikan tantangan keamanan kawasan,”ucap pejabat tersebut.
Washington, lanjutnya, juga terus melakukan komunikasi dengan Arab Saudi dan pemerintah Republik Yaman untuk mendorong stabilitas kawasan.
Saudi-Houthi Memanas
Koordinasi AS dan Arab Saudi berlangsung ketika Houthi dilaporkan meningkatkan pengaruh militernya di sepanjang garis pantai Yaman yang menghadap Laut Merah.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian serius karena kawasan Laut Merah merupakan salah satu jalur perdagangan dan pelayaran internasional yang strategis.
Meski belum mengambil langkah untuk menyerang Houthi secara langsung, Washington tampaknya memilih pendekatan berupa dukungan intelijen dan penguatan kapasitas mitra regional.
Situasi tersebut membuat kebijakan pemerintahan Trump terhadap Houthi masih sangat dinamis. Jika ancaman terhadap kapal dan jalur pelayaran internasional semakin meningkat, opsi keterlibatan militer AS secara langsung dinilai masih terbuka.
Untuk saat ini, Washington tampaknya memilih berada di belakang layar: memperkuat Saudi dengan informasi intelijen dan dukungan penentuan target, sementara Riyadh menjadi pihak yang mengambil peran utama dalam menghadapi ancaman Houthi. (asp)

