Ternyata, Dengki Itu Sifatnya Iblis

Ulama Kharismatik Aceh, Abu Paloh Gadeng. (Adi Aspost)

Setiap muslim itu harus menjauhi diri daripada sifat-sifat dengki. Karena sifat dengki itu termasuk salah satu sifat yang ada pada iblis. Ketika Allah SWT, memerintahkan iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam as, maka iblis tidak mau bersujud. Itu akibat iblis sangat dengki dan benci terhadap Nabi Adam as.

Dalam kehidupan di dunia ini, kita harus hidup sesuai dengan ajaran agama Allah SWT dan meninggalkan segala larangNya. Termasuk perlu menghilangkan sifat dengki yang ada pada diri kita sebagai umat Islam. Karena dari sifat dengki itu, akhirnya akan menimbulkan perbuatan kejahatan.  
Ulama Kharismatik Aceh, Abu Paloh Gadeng, mengatakan, kalau orang memiliki sifat dengki maka susah melihat orang senang yang mendapatkan kenikmatan dan rahmat dari Allah. Ujung-ujungnya, menjatuhkan orang kepada kebinasaan, sebagaimana iblis itu ingin menjatuhkan Nabi Adam as kepada kebinasaan.

Iblis menganggap dirinya besar. Dalam pikiran iblis dia lebih besar daripada Nabi Adam as. Karena iblis dibuat dari Api, lebih tua, sudah beribadah tinggi dan telah 80 ribu tahun ibadahnya kepada Allah. Maka iblis tidak mau sujud kepada Nabi Adam. (*)  

Penyebab Timbulnya Dengki

Abu menyebut, dengki itu timbul akibat takabbur atau menganggap diri besar, benci kepada orang lain. Biasa timbul dengki, karena tidak puas nikmat datang kepada orang lain, misalnya orang lain beli mobil, beli rumah, dan lainnya. Maka tumbuhlah suatu perkara, yaitu senang bila orang lain binasa. Bertambah sakit jika melihat orang lain itu mendapatkan rahmat dan nikmat dari Allah SWT. Intinya, jika diistilahkan jangan ada ayam lain berkokok, selain orang  yang dengki tersebut.  

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya dengki itu memakan habis kebaikan, seperti api melalap habis kayu”. Dengan demikian, kata Abu, kalau secara terus menerus dengki itu ada di dalam hati, maka sampai mati kebaikan itu akan menjadi debu. (*)    

Cara Mencegah Sifat Dengki

Ulama Kharismatik Aceh ini mengatakan, cara untuk mencegah sifat dengki, pertama harus mengetahui akibat daripada dengki itu.  Kedua, mengetahui hari depan kita semua akan mati atau meninggal dunia.

Dengan mengetahui hari depan, maka akan tumbuh dalam hati kita untuk mempersiapkan diri. Kita perlu menyelamatkan diri dari sifat-sifat dengki tersebut. Namun, tidak seperti orang menyimpan padi, tapi tidak menyelamatkan daripada tikus. Akhirnya, sekam yang tinggal dan berasnya yang habis. Untuk itu, kita tidak perlu membesarkan diri dengan orang lain, sehingga tidak tumbuh sifat dengki.

“Kalau kita sungguh-sungguh mengetahui akibat dengki itu. Lalu persiapkan diri untuk hari esok atau depan.  Dua perkara ini bisa selamatkan kita dari dengki,”ucap Abu. Menurutnya, ilmu yang penting akibat dari dengki itu apa, setelah itu ada ilmu baru persiapan kedepan. 

 “Jangan nantinya mempersiapkan diri, tapi hanya tinggal kulit dan isinya habis.  Marilah kita mempersiapkan diri untuk bekal serta menjauhi diri daripada sifat dengki,”ajak Abu. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here