ASPOST.ID- Kasus kaburnya Imigran Rohingya di Kamp Pengungsi di gedung BLK Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, bukanlah hal yang baru. Namun, sudah sering terjadi diduga akibat lemahnya pengamanan dilokasi kamp pengungsian.
Awalnya, mereka di tampung di kamp pengungsian sebanyak 115 orang setelah mereka diselamatkan yang sempat terombang-ambing di lautan. Tepatnya, pada Kamis (30/12/2021), Kapal Perang Indonesia menarik Kapal Motor (KM) yang dipenuhi para etnis Rohingya dan ditempatkan di gedung BLK Kandang Meunasah Mee Kecamatan Muara Dua Kota Lhokseumawe.
Kaburnya ke-31 imigran Rohingya itu dibenarkan Juru Bicara Satgas Penanganan Pengungsi Rohingya Lhokseumawe, Marzuki.
Dia menyebutkan, dari 31 orang yang kabur itu, hampir semuanya adalah perempuan dan hanya tiga orang yang laki-laki.
“Jadi sampai saat ini sudah 67 Rohingya yang kabur, karena sebelumnya sudah 36 orang yang kabur,” katanya.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, Marzuki menjelaskan bahwa para imigran itu kabur pada Kamis pagi kemarin, sekitar pukul 06.30 WIB, saat Kota Lhokseumawe sedang diguyur hujan lebat.
Mereka kabur dengan cara merusak pagar seng di belakang BLK. “Seng digunting, sehingga mereka kabur dari lubang seng yang digunting tersebut,”
Saat ini dia sebutkan, jumlah yang tersisa di BLK Kandang tinggal 41 orang lagi, dari total jumlah yang ditampung sebelumnya sebanyak 108 orang, termasuk di dalamnya tiga pria Rohingya dari Malaysia yang masuk belakangan karena ingin bergabung dengan anggota keluarganya.
Marzuki juga mengakui bahwa sepanjang tahun 2022 ini sudah enam kali terjadi kasus kaburnya pengungsi Rohingya dari kamp penampungan.
Dimulai pada 18 Januari 2022, dimana jumlah yang kabur saat itu sebanyak delapan orang.
Kemudian pada 30 Januari 2022, empat orang dilaporkan kabur, dan pada 31 Januari 2022 ada sebanyak sembilan orang yang kabur.
Selanjutnya pada 1 Februari 2022, sebanyak delapan orang kabur, 2 Februari 2022 ada tujuh orang, dan terakhir pada 10 Februari 2022, sebanyak 31 orang yang kabur.
Dari enam kasus tersebut, pihak kemanan baru berhasil menangkap dua pria berinisial AF dan RH yang diduga ikut terlibat.
Kedua warga Medan itu ditangkap pada 19 Januari 2022 karena membawa lari delapan pengungsi imigran Rohingya.
Tidak diketahui dimana keberadaan para imigran yang kabur, tetapi diduga kuat mereka lari ke Medan dan selanjutnya ke Malaysia.
Untuk diketahui, para imigran itu ditampung di BLK Kandang sejak 30 Desember 2021. (serambinews/ aspost)


