Yusuf Kalla, Perjanjian Damai RI-GAM Bukan Hasil Seminar

ASPOST.ID- Beberapa kali perundingan yang dilakukan di Helsinki, Finlandia, telah menghasilkan sebuah perjanjian damai antara RI-GAM. Hasil penandatanganan MoU pada 15 Agustus lalu bukanlah seperti hasil dari sebuah seminar.”Yang hadir dalam perundingan itu adalah dua pihak ekstrim berseteru. Kita tidak bisa mencapai hasilnya semau-mau kita,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Hal itu dikatakan Kalla, saat mensosialisasikan hasil perjanjian damai Helsinki kepada pimpinan media massa yang tergabung dalam Editors Club, di rumah dinasnya, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2005).Menurut Kalla, tidaklah mudah untuk mencapai kesepakatan damai antara kedua belah pihak. Pemerintah menginginkan GAM menyerah, sedangkan GAM memiliki keinginan untuk merdeka.”Keinginan kedua pihak tentu saja tidak dapat dipaksakan, namun perlu dikompromikan di meja perundingan,” jelas Kalla, yang didampingi Ketua juru runding pemerintah, yang juga Menkum HAM Hamid Awaluddin.Lebih lanjut Kalla mengatakan, ia menjamin hasil kompromi tersebut tidak ada yang menyimpang dari undang-undang, khususnya mengenai Otonomi Khusus tentang Aceh. “Isi perjanjian damai telah ada di dalam UU,” tukasnya. (ap)

Berita ini sudah pernah ditayangkan oleh detik.com pada Senin 22 Agustus 2005, 00.34 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here