ASPOST.ID- Putra terbaik Aceh asal Lhokseumawe kembali mendapat kepercayaan untuk mengemban amanah strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat. Letkol Inf. Cut Ferizal Yusna, S.Sos., resmi dipercaya menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 0910/Malinau, Kalimantan Utara.
Serah terima jabatan berlangsung di Makodim 0910/Malinau, Jumat (21/8/2026). Cut Ferizal Yusna menggantikan Letkol Inf. Mochammad Syaiful Arif, yang sebelumnya memimpin satuan kewilayahan tersebut.
Sebelum dipercaya sebagai Dandim 0910/Malinau, Letkol Inf. Cut Ferizal Yusna, S.Sos. tercatat menjabat sebagai Danyonif TP 804/DBAY. Penugasan barunya menjadi bagian dari perjalanan pengabdian seorang putra Aceh yang kini dipercaya menjalankan tugas di salah satu wilayah strategis Indonesia.
Bagi Cut Ferizal Yusna, amanah tersebut bukan sekadar pergantian jabatan. Posisi Dandim membawa tanggung jawab besar dalam pembinaan teritorial, menjaga stabilitas wilayah, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam berbagai agenda pembangunan dan ketahanan wilayah.
Mengabdi di Bumi Intimung
Kabupaten Malinau merupakan salah satu wilayah strategis di Provinsi Kalimantan Utara. Daerah yang dikenal dengan julukan Bumi Intimung ini memiliki wilayah yang sangat luas dan berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.
Ibu kota Kabupaten Malinau berada di Malinau Kota. Secara administratif, Kabupaten Malinau terdiri atas 15 kecamatan dan 109 desa.
Karakter geografis Malinau yang luas, sebagian wilayahnya berada di kawasan perbatasan dan memiliki tantangan akses serta kondisi geografis yang khas, menjadikan tugas Dandim memiliki dimensi strategis dalam menjaga keamanan sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat.
Kehadiran Letkol Inf. Cut Ferizal Yusna sebagai putra Aceh yang dipercaya memimpin satuan kewilayahan di Kalimantan Utara sekaligus menjadi catatan tersendiri bagi masyarakat Lhokseumawe dan Aceh.
Dari ujung barat Indonesia, putra Lhokseumawe kini mendapat amanah mengabdi di kawasan perbatasan negara. Sebuah perjalanan panjang pengabdian yang memperlihatkan bahwa prajurit asal Aceh terus mengambil bagian dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.(asp)

