ASPOST.ID-Jembatan Gantung Perintis di Gampong Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Kabupaten Aceh Tenggara, dilakukan uji coba beban dengan melibatkan puluhan warga dan personel TNI, Selasa (15/9/2026).
Sebanyak 70 orang berjalan secara bersamaan melintasi jembatan sepanjang 265 meter tersebut. Pengujian dilakukan untuk memastikan konstruksi jembatan dalam kondisi aman, kokoh, serta layak digunakan masyarakat sebelum difungsikan secara penuh.
Jembatan yang disebut sebagai jembatan gantung terpanjang di Aceh itu menjadi perhatian warga setelah rampung dibangun. Selain uji beban menggunakan manusia, tim teknis TNI AD bersama Babinsa turut melakukan pengujian menggunakan kendaraan roda dua secara bersamaan.
Danramil 0108-03/Badar, Kapten Inf Sadriadi, mengatakan uji beban merupakan salah satu tahapan penting untuk memastikan ketahanan fisik jembatan sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah direncanakan.
“Pengujian ini dilakukan untuk memastikan konstruksi jembatan benar-benar mampu menahan beban dan aman digunakan masyarakat,”katanya.
Jembatan tersebut memiliki lebar sekitar 1,2 meter dan diharapkan menjadi akses vital bagi masyarakat, khususnya warga Gampong Kumbang Jaya dan Gampong Gulo.
Sebelum jembatan baru ini dibangun, akses penghubung kedua wilayah tersebut mengalami kerusakan parah bahkan terputus selama bertahun-tahun. Kondisi itu membuat mobilitas masyarakat, distribusi barang, hingga aktivitas perekonomian warga ikut terganggu.
Kini, kehadiran jembatan sepanjang 265 meter itu membawa harapan baru bagi masyarakat. Akses yang sebelumnya sulit dilalui diharapkan kembali terbuka sehingga aktivitas warga dapat berlangsung lebih mudah dan lancar.
Sekretaris Gampong Kumbang Jaya, Asmadi, mengaku bersyukur atas rampungnya pembangunan jembatan tersebut.
“Bertahun-tahun kami kesulitan akses. Setelah melihat 70 orang melintas bersamaan dengan aman hari ini, warga merasa tenang karena jembatan baru ini terbukti kokoh,” katanya.
Bagi masyarakat setempat, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur penghubung. Kehadirannya menjadi simbol terbukanya kembali akses yang selama bertahun-tahun terputus sekaligus diharapkan mampu menggerakkan aktivitas sosial dan perekonomian warga.
Masyarakat pun berharap proses pemanfaatan jembatan dapat segera dilakukan setelah seluruh tahapan teknis dinyatakan memenuhi standar keselamatan.(asp)

