ASPOST.ID- Pembangunan 66 unit Hunian Tetap (Huntap) lengkap dengan fasilitas pendukung di Kota Lhokseumawe segera memasuki tahap pelaksanaan. Proyek tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah menyediakan hunian yang aman, sehat, dan layak bagi masyarakat yang membutuhkan relokasi.
Pembangunan Huntap ini dikelola Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumatera I (BP3KP Sumatera I) melalui sinergi dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe.
Kepala Dinas PUPR Kota Lhokseumawe H. Said Bachtiar, ST., MT., melalui Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Furqan, ST., MSM., IP, mengatakan seluruh lahan pembangunan telah berstatus clean and clear dan merupakan aset Pemerintah Kota Lhokseumawe.
“Saat ini seluruh lahan untuk pembangunan Huntap ini statusnya sudah clean and clear milik Pemda Kota Lhokseumawe. Ini menjadi langkah penting agar pembangunan ke depan tidak terkendala persoalan lahan,”kata Furqan saat dikonfirmasi aspost.id, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, proyek kini memasuki tahap persiapan kontrak. Penandatanganan kontrak dengan penyedia jasa dijadwalkan berlangsung pada 18 September 2026.
Sebanyak 66 unit Huntap tersebut akan dibangun di dua lokasi. Rinciannya, 56 unit di Gampong Padang Sakti, Kecamatan Muara Satu, dan 10 unit di Gampong Cot Mamplam, Kecamatan Muara Dua.
Pekerjaan konstruksi dipercayakan kepada PT Sarjis Agung Indrajaya dengan nilai kontrak mencapai Rp15.220.489.000.
Hunian yang dibangun menggunakan konsep Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) Tipe 36. Teknologi konstruksi tersebut dirancang untuk menghasilkan hunian yang efisien sekaligus memiliki struktur yang mendukung ketahanan terhadap guncangan gempa.
Tak hanya membangun rumah, kawasan Huntap juga dirancang sebagai lingkungan permukiman yang dilengkapi sejumlah infrastruktur dasar. Fasilitas tersebut meliputi jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan, jaringan sambungan air bersih, hingga balai warga.
Furqan menegaskan pemerintah akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan target waktu.
“Kami sadar betul warga sangat menantikan hunian ini. Bersama penyedia jasa, kami menargetkan seluruh pembangunan dapat rampung pada 31 Desember 2026,”ucapnya.
Ia berharap proses pembangunan berjalan lancar sehingga masyarakat penerima manfaat dapat segera menempati hunian yang lebih aman dan layak.
“Mohon doa dan dukungan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan cuaca maupun kendala teknis lainnya,”terang Furqan.(asp)

