ASPOST.ID- Pemerintah Kota Lhokseumawe langsung bergerak cepat untuk merealisasikan penanganan darurat pascabencana banjir dengan menyerahkan Dana Tunggu Hunian (DTH) Tahap I secara simbolis kepada enam warga terdampak.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wali Kota Lhokseumawe Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH., dan Wakil Wali Kota Husaini, SE, di ruang kerja Wali Kota, Selasa (13/1/2026).
Penyaluran DTH tersebut sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan kondisi sosial dan ekonomi warga pascabanjir di wilayah Kota Lhokseumawe.

Dana Tunggu Hunian diberikan untuk memenuhi kebutuhan sementara warga selama tiga bulan, yang dapat dimanfaatkan untuk menyewa tempat tinggal atau memenuhi kebutuhan dasar sembari menunggu penyediaan hunian tetap.
Berdasarkan data by name by address, dari 72 kepala keluarga terdampak, sebanyak 37 keluarga telah terverifikasi dan menerima bantuan pada tahap awal ini. Penyaluran dana dilakukan melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) guna memastikan transparansi dan ketepatan sasaran.
Wali Kota Sayuti Abubakar menegaskan bahwa penyaluran DTH merupakan langkah awal pemerintah daerah agar warga tidak berlarut-larut berada dalam kondisi darurat. Ia memastikan Pemerintah Kota Lhokseumawe terus mengawal proses pemulihan pascabencana secara berkelanjutan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah pusat.
“Setelah hunian tetap tersedia, akan ada bantuan lanjutan, termasuk penyediaan perabotan serta dukungan pengembangan ekonomi bagi warga terdampak,” ujar Sayuti.
Sementara itu, perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kolonel Inf Hery Setiono, menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan skema hunian sementara dan hunian tetap bagi warga dengan kategori kerusakan berat. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan DTH sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan, hingga Februari 2026, sebagai penyangga kebutuhan dasar warga selama masa transisi.
Ia menambahkan, warga penerima DTH secara bertahap tidak lagi menempati tenda pengungsian, meskipun pemerintah tetap menyiapkan berbagai opsi penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Pemerintah Kota Lhokseumawe memastikan koordinasi lintas sektor dengan pemerintah pusat terus diperkuat agar proses pemulihan pascabencana dapat berjalan terukur, cepat, dan berkelanjutan.
Penyerahan simbolis DTH tersebut turut disaksikan Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe A. Haris, S.Sos., M.Si., Plh. Kalak BPBD Kota Lhokseumawe Said Bachtiar, ST., MT, serta perwakilan Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Lhokseumawe. (red)
