ASPOST.ID- Bencana hidrometeorologi berskala besar yang melanda Provinsi Aceh dan berdampak luas terhadap penduduk, infrastruktur, serta sektor pertanian pada 26 November 2025.
Berdasarkan update data, pada Ahad 18 Januari 2026 pukul 20.00 WIB, tercatat 561 orang meninggal dunia dan lebih dari 2,58 juta jiwa terdampak di 18 kabupaten/kota.
Data Posko Terpadu Pemerintah Aceh mencatat, bencana yang dipicu curah hujan ekstrem, banjir, dan longsor tersebut telah menjangkau 203 kecamatan dan 3.046 gampong. Selain korban jiwa, sebanyak 4.939 orang mengalami luka ringan, 456 orang luka berat, serta 30 orang dinyatakan hilang.
Dari sisi pengungsian, sebanyak 91.962 jiwa dari 24.426 kepala keluarga kini tersebar di 988 titik pengungsian. Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi, pendistribusian logistik, serta layanan kesehatan darurat.
Kerusakan infrastruktur tercatat sangat signifikan. Lebih dari 200 ribu unit rumah mengalami kerusakan dengan berbagai tingkat keparahan. Fasilitas umum turut terdampak, termasuk 1.170 sekolah, 685 pesantren, 641 tempat ibadah, serta 227 bangunan perkantoran. Selain itu, 1.593 titik jalan dan 468 jembatan dilaporkan rusak, menghambat akses ke sejumlah wilayah.
Sektor pertanian juga mengalami pukulan berat. Banjir dan longsor merusak 56.652 hektare sawah, 100.377 hektare kebun, serta 32.341 hektare tambak, berpotensi mengganggu ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat dalam jangka menengah.
Pemerintah Aceh menegaskan status tanggap darurat masih diberlakukan di sejumlah daerah. Upaya penanganan difokuskan pada penyelamatan korban, pemulihan layanan dasar, serta percepatan pendataan kerusakan untuk mendukung langkah rehabilitasi dan rekonstruksi. (red)

