ASPOST.ID- Peringatan Milad ke-800 Samudera Pasai di Kabupaten Aceh Utara tidak hanya menghadirkan rangkaian kegiatan bernuansa sejarah dan budaya. Malam ini, Kamis (10/9/2026), panitia menyiapkan Majelis Haflah Al-Qur’an dan Selawat yang menghadirkan sejumlah qari dari tingkat Aceh, nasional hingga internasional.
Majelis tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai di Panggung Utama Piasan Pasai Milad 800 Samudera Pasai di Pelataran Kantor Bupati Aceh Utara.
Sekretaris Panitia Milad ke-800 Samudera Pasai, Misbahul Munir, yang akrab disapa Rahul, mengatakan Haflah Al-Qur’an dan Selawat menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan 800 tahun Samudera Pasai.
Menurut Rahul, momentum delapan abad Samudera Pasai tidak semata-mata diarahkan untuk mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai keislaman yang telah menjadi bagian penting dari identitas dan sejarah Aceh.
“Milad ke-800 Samudera Pasai menjadi momentum untuk mengenang sejarah sekaligus memperkuat nilai keislaman, adat dan kebudayaan yang menjadi warisan generasi terdahulu,”kata Rahul kepada aspost.id, Kamis (10/9).
Majelis Haflah Al-Qur’an dan Selawat akan menghadirkan sejumlah qari, yakni Tgk. Muhammad Fazil, S.H., Tgk. Muhammad Yanis, Drs. Tgk. H. Muslim Ali, Dato’ Seri T. Syekh Zubairullah, S.Sos.I., Tgk. H. Samsul Bahri, S.H.I., Tgk. H. Ibrahim Mansyari, S.Sos., Tgk. Bardi Ramlah, serta Tgk. Muhammad Faruq.
Kehadiran para qari dari berbagai tingkatan tersebut diharapkan memberikan nuansa religius sekaligus memperkuat pesan bahwa Samudera Pasai bukan hanya memiliki jejak penting dalam sejarah peradaban Islam, tetapi juga meninggalkan warisan nilai yang masih relevan hingga hari ini.
Rahul berharap masyarakat Aceh Utara dapat memanfaatkan momentum tersebut sebagai ruang silaturahmi sekaligus memperkenalkan kembali sejarah Samudera Pasai kepada generasi muda.
“Delapan abad Samudera Pasai harus menjadi momentum bersama untuk menjaga warisan sejarah, memperkuat nilai keislaman dan adat, serta menumbuhkan semangat generasi muda untuk mengenal dan melanjutkan warisan peradaban Samudera Pasai,” katanya.
Peringatan Milad ke-800 Samudera Pasai tahun ini mengusung tema “Tajaga Adat Tapeukong Syariat.” Tema tersebut menjadi pesan utama agar perayaan tidak berhenti pada seremoni, melainkan menjadi momentum untuk merawat identitas, adat, sejarah dan nilai-nilai syariat yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh.
Dengan digelarnya Majelis Haflah Al-Qur’an dan Selawat, delapan abad perjalanan Samudera Pasai diharapkan tidak hanya dikenang melalui narasi sejarah, tetapi juga dihidupkan melalui kegiatan keagamaan yang menyatukan masyarakat dalam suasana kebersamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta selawat.(asp)

