ASPOST.ID – Pemandangan berbeda terlihat di tengah kemeriahan Milad ke-800 Samudera Pasai, Aceh Utara di kawasan pelataran Kantor Bupati Aceh Utara di Landing, Lhoksukon. Saat sejumlah stan kuliner, UMKM, dan pelaku usaha menjadi magnet pengunjung, stand Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh Utara justru ramai diserbu warga karena menawarkan sesuatu yang berbeda, Al-Qur’an yang dibagikan secara cuma-cuma.
Ratusan warga tampak mendatangi stand tersebut. Sebagian bahkan rela mengantre di bawah terik matahari demi mendapatkan Al-Qur’an yang disebut dicetak di Madinah Al-Munawwarah.
Antusiasme tersebut menjadi salah satu pemandangan menarik dalam rangkaian peringatan 800 tahun Aceh Utara/Samudera Pasai. Kehadiran warga tidak hanya berasal dari kalangan tertentu, tetapi terlihat dari berbagai kelompok masyarakat yang ingin membawa pulang Al-Qur’an untuk dibaca dan dipelajari.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Utara, Hadaini, S.Sos., mengatakan pembagian Al-Qur’an dilakukan secara sederhana dan tanpa pungutan. Masyarakat yang ingin menerima cukup mengisi buku tamu serta daftar penerimaan.
“Alhamdulillah, ratusan Al-Qur’an kami bagikan secara gratis kepada masyarakat. Mekanismenya sederhana, tamu cukup mengisi buku tamu dan daftar penerimaan sebagai bentuk tertib administrasi. Tidak ada pungutan atau persyaratan lainnya,”kata Hadaini,kepada aspost.id, Selasa (8/9).
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat menjadi kebahagiaan tersendiri bagi DSI Aceh Utara. Warga tetap bertahan meski harus mengantre dalam kondisi cuaca panas.
Bagi Hadaini, pemandangan tersebut menunjukkan bahwa Al-Qur’an masih memiliki tempat yang kuat di tengah kehidupan masyarakat.
“Ini menunjukkan bahwa kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an masih sangat kuat. Insyaallah, jika memungkinkan dan sesuai dengan stok yang tersedia, kegiatan pembagian Al-Qur’an seperti ini akan terus kita laksanakan,” katanya.
Ia berharap Al-Qur’an yang diterima masyarakat tidak berhenti sebagai koleksi di rumah. Lebih dari itu, kitab suci tersebut diharapkan dibaca, dipelajari dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Momentum 800 tahun Samudera Pasai bukan sekadar perayaan sejarah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali semangat peradaban Islam. Mudah-mudahan Al-Qur’an yang kita bagikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat syariat dan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an,” ungkapnya.
Pembagian Al-Qur’an tersebut menjadi salah satu sisi menarik dalam rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai yang berlangsung 7–13 September 2026 di Landing.
Rangkaian kegiatan turut menghadirkan ratusan stan yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, BUMD, BUMS, UMKM hingga pelaku usaha lainnya.
Di tengah beragamnya aktivitas tersebut, antrean warga untuk mendapatkan Al-Qur’an memberikan warna tersendiri. Sebuah pemandangan yang menunjukkan bahwa di balik kemeriahan perayaan sejarah Samudera Pasai, nilai-nilai keislaman masih menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Aceh Utara. (asp)
