ASPOST.ID- Permainan tradisional Aceh kembali naik ke panggung di tengah hiruk-pikuk Piasan Pasai dalam rangkaian Milad ke-800 Samudera Pasai. Perlombaan Ek Geunteut (enggrang) yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Aceh Utara mulai diburu kalangan pelajar.
Hingga Selasa (8/9/2026) sore, sebanyak 18 pelajar tingkat SLTA telah resmi mendaftarkan diri. Dengan kuota maksimal 50 peserta, panitia masih membuka kesempatan bagi 32 peserta lainnya untuk bergabung.
Pendaftaran akan ditutup Selasa malam pukul 00.00 WIB.
Menariknya, peserta tidak perlu membawa sendiri alat permainan. Panitia telah menyiapkan Geunteut (enggrang) untuk digunakan dalam perlombaan, sekaligus menyediakan uang saku bagi peserta.
Selain pengalaman berlomba dan ikut menghidupkan kembali permainan tradisional Aceh, peserta juga berkesempatan memperebutkan hadiah uang tunai, yakni Rp1 juta untuk Juara I, Rp750 ribu untuk Juara II, dan Rp500 ribu untuk Juara III.
Antusiasme peserta sejauh ini datang dari sejumlah sekolah di Aceh Utara dan sekitarnya. Berdasarkan daftar pendaftaran terbaru, 18 pelajar yang telah tercatat sebagai peserta adalah:
Muhammad Rais Saifani — SMAN 3 Putra Bangsa
Aufa Ahda — SMAN 3 Putra Bangsa
Rahmat Fauzi — SMAN 1 Paya Bakong
Riski Fitra Ananda — SMAN 1 Lhoksukon
Ahmad Rafi Akbar — SMAN 1 Lhoksukon
Rahmad Firdaus — SMKN 1 Syamtalira Aron
Zulfauzan — SMKN 1 Syamtalira Aron
Heriyadi Pratama — SMKS Muhammadiyah Lhoksukon
Sheval Alkhalis — SMAN 1 Lhoksukon
Khairul Amri — SMKS Muhammadiyah Lhoksukon
Danul Maulana — SMAN 3 Putra Bangsa
Rizky Fitra Ananda — SMAN 1 Lhoksukon
Musdarikhalil — SMAN 1 Dewantara
Iqbal Hakim — SMKN 1 Syamtalira Aron
M. Fadhil — SMAN 1 Dewantara
Fajar Ramadhan — SMAN 1 Dewantara
M. Rifki — SMAN 1 Dewantara
Hidayatul Aulia — SMKN 1 Syamtalira Aron
Sementara itu, hingga Selasa sore belum tercatat peserta dari jenjang SLTP, meskipun lokasi pendaftaran berada di kawasan arena Piasan Pasai yang berdekatan dengan sejumlah stand kegiatan lainnya.

Bukan Sekadar Lomba, Menghidupkan Permainan Masa Lalu
Kepala Disporaparekraf Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd., mengatakan perlombaan Ek Geunteut tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali permainan tradisional yang pernah menjadi bagian dari keseharian anak-anak Aceh.
“Layang tunang dan ek geunteut merupakan permainan yang sering dimainkan anak-anak pada masa lalu, termasuk ketika saya masih seusia mereka. Sekarang kita hadir di arena ini untuk membangkitkan sekaligus menyemarakkan kembali warisan leluhur dan nenek moyang kita,” ujar Zulkifli.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli didampingi Kabid Keolahragaan Disporaparekraf Aceh Utara, Zulfikar Z, S.Pd., M.T.
Menurut Zulkifli, kehadiran permainan tradisional dalam rangkaian Piasan Pasai memiliki arti penting. Di tengah dominasi teknologi, gawai, dan hiburan digital, generasi muda perlu kembali diperkenalkan dengan permainan rakyat yang mengandung unsur keterampilan, keseimbangan, keberanian, sekaligus interaksi sosial.
Ek Geunteut menjadi salah satu permainan yang memiliki daya tarik tersendiri. Peserta dituntut mampu menjaga keseimbangan tubuh di atas dua batang kayu sambil bergerak maju. Permainan yang dahulu akrab di lingkungan anak-anak tersebut kini dikemas kembali dalam sebuah perlombaan untuk generasi muda.
Disporaparekraf Aceh Utara berharap momentum Milad ke-800 Samudera Pasai tidak hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali identitas budaya dan permainan tradisional Aceh.
Dengan kuota hanya 50 peserta dan pendaftaran berakhir tengah malam, pelajar yang ingin ikut merasakan langsung permainan Ek Geunteut masih memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri sebelum kuota ditutup. (asp)

